Selasa, 08 November 2011

KEDAMAIAN DAN KEBAHAGIAAN


Ada sebuah pertanyaan cukup menarik,”Apakah kedamaian identik dengan kebahagiaan ?”. 

Kedamaian lebih kepada pengartian suasana. Suatu suasana yang tenang, tak ada gejolak, konflik, keributan dan kekacauan. Suasana ini merupakan lingkungan yang sangat ideal dan lebih memudahkan kita untuk menciptakan kebahagiaan

Dalam kedamaian pasti mudah menciptakan kebahagiaan tapi kebahagiaan bisa diciptakan dalam berbagai suasana kehidupan.

Senin, 07 November 2011

SELAMAT HARI RAYA IDHUL ADHA

Dalam kebahagiaan, kami mengucapkan 
Selamat Hari Raya Idhul Adha 
kepada seluruh umat Islam di dunia.

Untuk menghormati Hari Suci dan membahagiakan tersebut, hari ini kami tidak menyampaikan tulisan maupun artikel. Sejujurnya kami ingin memberikan sedikit bahasan tentang arti dan makna Idhul Adha, namun dengan rendah hati kami menyadari tidak memiliki cukup wawasan mengenai peringatan yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban itu.

Sabtu, 05 November 2011

MENGAPA TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU ?


Benarkah kita sibuk bekerja, tak ada waktu bagi keluarga, berbuat kebaikan dan sejenisnya ? 
Ataukah kita memang tak mau menyediakan waktu ? 
Bukankah kita yang mengelola waktu dan bukan sebaliknya ? 
Bukankah waktu berlaku sama setiap orang, 24 jam sehari ? 
Tak ada waktu ataukah tak mau menyediakan waktu ? 
Mengapa kita tak mau menyediakan waktu ? 

Sekedar renungan akhir pekan tanpa kesibukan.

Jumat, 04 November 2011

BUKAN SIBUK MEMBAHAS SALAH ATAU BENAR TAPI LEBIH BAIK MENCARI SOLUSI


Ada yang bertanya, “Saya jarang bertemu keluarga karena saya harus mencari nafkah di daerah lain. Saya sibuk bekerja apapun yang bisa dilakukan dari subuh sampai malam hari dan hasilnya hanya cukup untuk kami makan sehari-hari. Apakah saya salah kalau jarang bertemu keluarga karena sibuk mencari makan bagi keluarga saya ?” 

Rasanya kurang bijaksana untuk mengatakan salah atau benar dalam kasus seperti ini. Akan lebih baik kita mencari solusi. Karena data yang kita dapat sangat minim atas masalah ini, tentu ada banyak pilihan solusi. Pertama mengapa tidak mencari nafkah di daerah asal ? Mengapa keluarga tidak ikut merantau ? Sampai kepada solusi mengapa tidak mengembangkan keterampilan lain ? Dan lain sebagainya. 

Dalam menghadapi kehidupan, kadang akan lebih bijak bukan sibuk membahas salah atau benar, lebih baik mencari solusi atas masalah tersebut.

Kamis, 03 November 2011

SEDIAKAN WAKTU UNTUK MEMPERHATIKAN DAN PEDULI KEPADA ORANG LAIN

Kesibukan sehari-hari dari bekerja sampai urusan keluarga dan pribadi, cukup menyita waktu kita sehingga kadang kita tak peduli dengan orang lain. Mungkin tanpa sadar kita menjadi lebih mementingkan diri sendiri, menjadi lebih egois. Bahkan ada keegoisan ini begitu kuat sampai tega memperoleh kesenangan bagi diri sendiri sementara orang lain menderita. Bergembira di atas duka orang lain

Ketika keegoisan ini mengakar dalam diri kita, cobalah sedikit berpikir, bagaimana kalau semua orang menjadi egois, tak peduli dengan orang lain ? Siapakah yang peduli kepada kita manakala kita menderita karena keegoisan orang lain ? 

Sesibuk apapun kita berusahalah menyediakan waktu untuk memperhatikan dan peduli kepada orang lain karena sewaktu-waktu bisa saja kita yang membutuhkan perhatian dan kepedulian dari orang lain.

Rabu, 02 November 2011

SEDIAKAN WAKTU UNTUK HAL-HAL YANG KELIHATAN SEPELE NAMUN BERMAKNA

Setiap hari kita sibuk bekerja, entah katanya mengejar mimpi, menggapai sukses dan sebagainya. Sibuk mencapai target, memenuhi deadline atau bekerja keras memaksakan diri agar semua berjalan dengan cepat, tak ada penundaan dan waktu yang terbuang. Dalam kondisi ini waktu terasa berlari begitu cepat mengejar kita. Nyaris tak ada waktu luang, waktu begitu berharga sampai beranggapan waktu adalah uang. Sangat sibuk sampai tak bisa merasakan nikmatnya sarapan, indahnya matahari, merdunya kicau burung, senyum ceria putra-putri di pagi hari, hanya karena terburu-buru berangkat bekerja lebih pagi. 

Ada yang mengatakan itulah harga atau pengorbanan yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan. Boleh saja berpendapat seperti itu tapi apakah kita benar-benar tak ada waktu atau tak mau menyediakan waktu ? Bukankah kita yang mengelola waktu dan bukan sebaliknya ? 

Sibuk bekerja tentu saja tidak buruk tapi jangan lupa menyediakan waktu untuk menikmati dan mensyukuri hal-hal yang kelihatannya sepele bagi orang sibuk namun memiliki arti dan makna yang besar dalam hidup kita.

Selasa, 01 November 2011

BUKAN TAK ADA WAKTU TAPI TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU


Mungkin cukup banyak di antara kita yang telah berkeluarga, jarang menyediakan waktu bagi keluarga karena alasan kesibukan pekerjaan. Dan kita sibuk bekerja, justru untuk membahagiakan keluarga, sebagai wujud kasih sayang dan tanggung jawab kepada keluarga. Kira-kira seperti itu argumen yang umum kita sampaikan. 

Kisah ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar dan baca menjadi ide cerita di film, sinetron, novel dan sebagainya. Sudah sangat banyak artikel dan acara di media massa yang membahas masalah tersebut. 

Dalam forum ini, hanya pertanyaan sederhana yang ingin diajukan, mengapa ketika kita masih berpacaran, selalu  menyediakan waktu bagi kekasih walau kita sesibuk apapun ? Setelah menikah mengapa semakin jarang ada waktu dengan alasan sibuk ? Bagi sebagian yang mungkin memiliki P/WIL (Pria/Wanita Idaman Lain) mengapa selalu menyediakan waktu dalam kesibukan pekerjaan ? 

Kesibukan bukan alasan yang tepat jika jarang bersama keluarga. Kita bukan tak ada waktu tapi TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU.