Tampilkan postingan dengan label hemat dan boros. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hemat dan boros. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

MENGAPA TIDAK MENGAMBIL HIKMAH POSITIF DARI KENAIKAN HARGA ?


Saat ini tak dapat terhindarkan kita mengeluhkan kenaikan harga-harga tapi perlukah kita mengeluh sepanjang waktu yang membuat kita menjadi stress ? 

Apakah tidak lebih baik kita menerima kenyataan lalu mencari solusi terbaik? 

Mungkin sekarang saat yang tepat untuk berhemat
Barangkali juga sudah waktunya kita memikirkan secara serius mencari tambahan penghasilan yang halal ? 
Mungkin peristiwa ini membawa hikmah bagi perbaikan kualitas hidup kita di masa datang ? Mengapa tidak ? 

Sekedar renungan akhir pekan dalam keikhlasan menerima kenaikan harga.

Jumat, 30 Maret 2012

MENGELUHKAN KENAIKAN HARGA

Sekedar mengeluhkan kenaikan harga-harga barang dan jasa itu wajar. Namun kalau mengeluh terus-menerus tentu akan membuat kita stress. 

Terimalah kenyataan dan bersyukurlah kita masih cukup sehat bekerja lalu carilah solusi untuk lebih mengatur pengeluaran sambil berusaha menambah pemasukan secara halal.

Kamis, 29 Maret 2012

TAK ADA CARA LAIN SELAIN BERHEMAT

Ketika harga-harga barang dan jasa semakin tinggi sementara penghasilan kita tetap, tak ada cara lain selain berhemat. 

Kenapa harus hemat ?  

Ini alasan hidup hemat, klik disini.

Sabtu, 22 Oktober 2011

APAKAH BERHEMAT ARTINYA KITA MENGENDALIKAN HAWA NAFSU ?

Kita memang tidak tahu apa yang akan terjadi besok, lalu apakah kita harus memburu kenikmatan dan kesenangan hari ini dengan berboros ria, tak peduli dengan hari esok ? 
Apakah kita harus memuaskan semua nafsu hari ini
Apakah tidak lebih baik jika kita dapat mengendalikan nafsu dengan berhemat ?   
Apakah mengendalikan nafsu sama dengan menahan nafsu yang membuat kita menjadi pelit ? 
Apakah mengendalikan nafsu artinya tidak mengumbar nafsu berlebihan ? 
Apakah boros itu hanya mengumbar nafsu hari ini ? 
Apakah kita juga harus pelit dengan menahan nafsu ? 
Mana yang lebih baik mengumbar nafsu dengan berboros ria atau menahan nafsu menjadi orang pelit ataukah mengendalikan nafsu kita dengan berhemat

Sekedar renungan akhir pekan untuk mensyukuri hidup dengan berhemat.

Jumat, 21 Oktober 2011

SEBUAH TIPS DAN TRIK MENGURANGI KEBIASAAN BOROS ATAU PELIT


Ada yang mengatakan sifat pelit, boros atau hemat adalah karakter dari lahir yang sulit untuk diubah. Mungkin ada benarnya. Kalau hemat sudah semestinya tak perlu diubah. Pelit atau boros jika tak bisa diubah, tentu bisa disiasati untuk mengurangi kebiasaan boros atau pelitnya. Bagi si boros bisa saja jangan memegang banyak uang tunai atau kartu kredit / debet sendiri. Bagi yang pelit tentu kebalikan dari si boros, bawa selalu uang tunai dan kartu kredit / debet secukupnya.   

Rabu, 19 Oktober 2011

“HIDUP HANYA SEKALI, SYUKURILAH !” ITU ALASAN HIDUP HEMAT


“Hidup hanya sekali, nikmatilah !”, alasan klasik orang-orang yang boros. Tidak salah memang, hidup tak bisa diulang kita harus menikmatinya. Tapi bukan berarti kita selalu memburu kenikmatan dan kesenangan dunia. Mungkinkah kita akan selalu mendapatkan kenikmatan dan kesenangan ? Ketika tak mendapatkan apa yang diinginkan, si boros akan mengeluh panjang lebar, bahkan mencaci maki yang tak jelas. Manakala masalah dan duka mendera hidupnya, si boros akan mengambil jalan yang seringkali menghancurkan hidupnya sendiri. 

Kalau hemat kita tetap selalu dapat menikmati hidup kita sekarang, besok dan di masa depan dalam masa suka maupun duka jika Tuhan masih berkenan memberi nafas kehidupan. “Hidup hanya sekali, syukurilah !” itu alasan hidup hemat.

Selasa, 18 Oktober 2011

ANTARA BOROS, PELIT DAN HEMAT


Seorang yang boros tidak bisa membedakan antara hemat dan pelit. Dia beranggapan hidup hemat sama dengan pelit. 

Orang yang pelit pasti hemat tapi hidup hemat sama sekali bukan pelit. Pelit atau kikir artinya berusaha semaksimal mungkin tidak mengeluarkan uang dan biaya bahkan bagi keperluan penting sekalipun agar tidak mengurangi harta yang dimiliki. Sedangkan hidup hemat adalah berusaha menggunakan uang dan hartanya seefisien mungkin hanya untuk keperluan penting bagi tujuan yang lebih baik di masa datang. 

Orang pelit akan sangat menderita kala Tuhan mengambil hartanya. Orang boros akan selalu merasa kekurangan. Dan saat susah biasanya dia akan meminta bantuan dari si hemat. 

Hidup hemat adalah hidup penuh rasa syukur, menyadari harta hanya pinjaman dari Maha Kuasa bagi kebaikan kita sendiri dan kehidupan orang banyak.

Senin, 17 Oktober 2011

BERHEMAT ADALAH WUJUD RASA SYUKUR KETIKA MENDAPATKAN REJEKI

Manakala mendapatkan rejeki berupa uang, kita tentu sangat bersyukur kepada Maha Kuasa. Rasa syukur ini tidak cukup hanya diucapkan. Kita wujudkan rasa syukur ini dengan memanfaatkan rejeki tersebut sebaik mungkin, bukan lalu menghamburkannya untuk bersenang-senang, foya-foya atau hal-hal yang kurang perlu. 

Berhemat ketika mendapatkan rejeki adalah wujud nyata rasa syukur kita kepada Sang Pemilik Rejeki.