Tampilkan postingan dengan label bekerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bekerja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Mei 2012

I HATE MONDAY

Banyak orang yang bekerja tidak menyukai hari senin. Istilah asing yang populer adalah, “I hate monday”. Apakah ini pertanda bahwa kita tidak menyukai pekerjaan kita ? 

Jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Ya, apabila produktifitas bekerja makin menurun. Tidak, selama kita masih bisa bekerja cukup baik. Hanya kita sebagai manusia normal pasti mengalami “mood” yang naik turun. Saat “mood” sedang baik kita bekerja penuh semangat. Ketika “mood” menurun kita mulai bilang, “I hate Monday”. Suatu kondisi yang normal selama kita dapat bekerja dengan baik.

Kamis, 08 Desember 2011

Sabtu, 05 November 2011

MENGAPA TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU ?


Benarkah kita sibuk bekerja, tak ada waktu bagi keluarga, berbuat kebaikan dan sejenisnya ? 
Ataukah kita memang tak mau menyediakan waktu ? 
Bukankah kita yang mengelola waktu dan bukan sebaliknya ? 
Bukankah waktu berlaku sama setiap orang, 24 jam sehari ? 
Tak ada waktu ataukah tak mau menyediakan waktu ? 
Mengapa kita tak mau menyediakan waktu ? 

Sekedar renungan akhir pekan tanpa kesibukan.

Jumat, 04 November 2011

BUKAN SIBUK MEMBAHAS SALAH ATAU BENAR TAPI LEBIH BAIK MENCARI SOLUSI


Ada yang bertanya, “Saya jarang bertemu keluarga karena saya harus mencari nafkah di daerah lain. Saya sibuk bekerja apapun yang bisa dilakukan dari subuh sampai malam hari dan hasilnya hanya cukup untuk kami makan sehari-hari. Apakah saya salah kalau jarang bertemu keluarga karena sibuk mencari makan bagi keluarga saya ?” 

Rasanya kurang bijaksana untuk mengatakan salah atau benar dalam kasus seperti ini. Akan lebih baik kita mencari solusi. Karena data yang kita dapat sangat minim atas masalah ini, tentu ada banyak pilihan solusi. Pertama mengapa tidak mencari nafkah di daerah asal ? Mengapa keluarga tidak ikut merantau ? Sampai kepada solusi mengapa tidak mengembangkan keterampilan lain ? Dan lain sebagainya. 

Dalam menghadapi kehidupan, kadang akan lebih bijak bukan sibuk membahas salah atau benar, lebih baik mencari solusi atas masalah tersebut.

Kamis, 03 November 2011

SEDIAKAN WAKTU UNTUK MEMPERHATIKAN DAN PEDULI KEPADA ORANG LAIN

Kesibukan sehari-hari dari bekerja sampai urusan keluarga dan pribadi, cukup menyita waktu kita sehingga kadang kita tak peduli dengan orang lain. Mungkin tanpa sadar kita menjadi lebih mementingkan diri sendiri, menjadi lebih egois. Bahkan ada keegoisan ini begitu kuat sampai tega memperoleh kesenangan bagi diri sendiri sementara orang lain menderita. Bergembira di atas duka orang lain. 

Ketika keegoisan ini mengakar dalam diri kita, cobalah sedikit berpikir, bagaimana kalau semua orang menjadi egois, tak peduli dengan orang lain ? Siapakah yang peduli kepada kita manakala kita menderita karena keegoisan orang lain ? 

Sesibuk apapun kita berusahalah menyediakan waktu untuk memperhatikan dan peduli kepada orang lain karena sewaktu-waktu bisa saja kita yang membutuhkan perhatian dan kepedulian dari orang lain.

Rabu, 02 November 2011

SEDIAKAN WAKTU UNTUK HAL-HAL YANG KELIHATAN SEPELE NAMUN BERMAKNA

Setiap hari kita sibuk bekerja, entah katanya mengejar mimpi, menggapai sukses dan sebagainya. Sibuk mencapai target, memenuhi deadline atau bekerja keras memaksakan diri agar semua berjalan dengan cepat, tak ada penundaan dan waktu yang terbuang. Dalam kondisi ini waktu terasa berlari begitu cepat mengejar kita. Nyaris tak ada waktu luang, waktu begitu berharga sampai beranggapan waktu adalah uang. Sangat sibuk sampai tak bisa merasakan nikmatnya sarapan, indahnya matahari, merdunya kicau burung, senyum ceria putra-putri di pagi hari, hanya karena terburu-buru berangkat bekerja lebih pagi. 

Ada yang mengatakan itulah harga atau pengorbanan yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan. Boleh saja berpendapat seperti itu tapi apakah kita benar-benar tak ada waktu atau tak mau menyediakan waktu ? Bukankah kita yang mengelola waktu dan bukan sebaliknya ? 

Sibuk bekerja tentu saja tidak buruk tapi jangan lupa menyediakan waktu untuk menikmati dan mensyukuri hal-hal yang kelihatannya sepele bagi orang sibuk namun memiliki arti dan makna yang besar dalam hidup kita.

Selasa, 01 November 2011

BUKAN TAK ADA WAKTU TAPI TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU


Mungkin cukup banyak di antara kita yang telah berkeluarga, jarang menyediakan waktu bagi keluarga karena alasan kesibukan pekerjaan. Dan kita sibuk bekerja, justru untuk membahagiakan keluarga, sebagai wujud kasih sayang dan tanggung jawab kepada keluarga. Kira-kira seperti itu argumen yang umum kita sampaikan. 

Kisah ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar dan baca menjadi ide cerita di film, sinetron, novel dan sebagainya. Sudah sangat banyak artikel dan acara di media massa yang membahas masalah tersebut. 

Dalam forum ini, hanya pertanyaan sederhana yang ingin diajukan, mengapa ketika kita masih berpacaran, selalu  menyediakan waktu bagi kekasih walau kita sesibuk apapun ? Setelah menikah mengapa semakin jarang ada waktu dengan alasan sibuk ? Bagi sebagian yang mungkin memiliki P/WIL (Pria/Wanita Idaman Lain) mengapa selalu menyediakan waktu dalam kesibukan pekerjaan ? 

Kesibukan bukan alasan yang tepat jika jarang bersama keluarga. Kita bukan tak ada waktu tapi TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU.

Sabtu, 24 September 2011

MENGAPA KITA HARUS BEKERJA ?

Apakah arti bekerja bagi kita masing-masing ? 
Sekedar menyambung hidup, aktualisasi diri atau mengumpulkan harta sebanyak mungkin ? 
Bermanfaat bagi banyak orang atau malah merugikan orang lain ? 
Pertanyaan mendasar adalah mengapa kita harus bekerja ? 

Sekedar renungan akhir pekan menjelang libur bekerja.

Jumat, 23 September 2011

PENGGILA KERJA


Sebagian besar dari kita pasti menyukai hari libur, waktu istirahat dan bersantai. Ada sebagian kecil orang justru merasa tak nyaman untuk bersantai dan tidak bekerja. Bahkan waktu tidurnya sangat sedikit antara 2 – 3 jam perhari cukup baginya. Dia merasa nyaman justru ketika bekerja dan selalu bekerja. Mereka dijuluki penggila kerja (workaholics). Pekerja keras dalam arti sesungguhnya yang memiliki bakat alam mencapai keberhasilan dalam bidangnya. Walau mungkin keberhasilan dan kebahagiaan bukan tujuan baginya karena pikiran dan tubuhnya bagai mesin yang terus bekerja dan selalu bekerja.

Kamis, 22 September 2011

KERJA BIJAK

KERJA KERAS adalah kata dan saran yang telah lama kita dengar untuk mencapai keberhasilan. Mungkin karena kerja keras lebih cenderung ke pengertian fisik, belakangan ini dimunculkan istilah KERJA CERDAS. Suatu idiom yang lebih cenderung menggunakan kecerdasan otak daripada fisik. 

Barangkali ada 1 hal yang dilupakan dalam mencapai keberhasilan, selain fisik dan otak, yaitu hati. Sehingga istilah yang lebih tepat adalah KERJA BIJAK. Memadukan dengan bijak antara fisik, otak dan hati.

Rabu, 21 September 2011

IKHLAS DAN BERSYUKUR BERAPAPUN REJEKI DARI TUHAN ITU PILIHAN BIJAK


Sebagai karyawan biasa, apa keluhan yang sering terdengar ? Gaji kecil.

Solusi pertama yang banyak dipilih adalah cari pekerjaan lain. Tapi karena kita karyawan biasa saja, memang tak mudah mencarinya. 
Solusi kedua, wiraswasta. Perlu keberanian yang sepadan dengan resikonya. Kurang menarik bagi yang tak suka spekulasi. 

Kalaupun akhirnya kita tetap memilih bekerja seperti sekarang, ikhlaskanlah anugrah dari Tuhan. Bersyukurlah masih bekerja dan ada jutaan orang yang berpenghasilan di bawah kita.

Selasa, 20 September 2011

BEKERJA ADALAH BERDOA

Banyak yang belum menyadari bahwa bekerja adalah berdoa.
Berdoa dalam perbuatan dan tindakan dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, tidak hanya bagi diri sendiri, terutama bagi masyarakat keseluruhan.

Senin, 19 September 2011

BEKERJA KARENA RASA SYUKUR DAN KEIKHLASAN

Kita seringkali dituntut oleh orang lain dan tentu oleh diri kita sendiri untuk berhasil dalam pekerjaan kita. Tuntutan harus berhasil ini menjadi beban tekanan yang membuat stress. Cobalah kita bekerja karena rasa syukur telah mendapat kepercayaan dan tanggung jawab lalu ikhlaskanlah apapun hasilnya kepada Maha Kuasa, niscaya kita akan bekerja dengan sedikit beban serta kemungkinan untuk berhasil akan lebih besar.