Tampilkan postingan dengan label kebencian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebencian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

KESEMPURNAAN UMAT MANUSIA ADALAH DALAM CINTA KASIH


Manusia adalah makhluk paling sempurna di antara makhluk lain di dunia namun tak ada manusia sempurna di antara manusia lainnya. Setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan yang membuatnya tidak sempurna

Ketidaksempurnaan ini akan menjadi sempurna manakala manusia saling membantu, saling mengisi dan saling mengasihi. 

Ketidaksempurnaan ini akan menjadi kehancuran dikala manusia saling memusuhi, saling menindas dan saling membenci

Kesempurnaan umat manusia adalah dalam cinta kasih.

Selasa, 15 November 2011

MENGUBAH KEBIASAAN DALAM MENGHADAPI KEKECEWAAN


Kecewa dengan cuaca yang panas, kita mengeluh,”Brengsek ! Panas sekali !”. Saat hujan turun, tanpa sadar kita mengumpat,”Sialan ! Hujan !”. Mau menelpon tidak ada sinyal, kita menghardik,”Setan ! Nggak ada sinyal !”. Dan banyak lagi contoh lainnya yang kita alami sehari-hari. Semua itu adalah pola pikir dan sikap sebagai respon dari kekecewaan yang terbentuk selama bertahun-tahun sehingga menjadi kebiasaan mendarah-daging yang kemudian bisa saja diteladani oleh anak cucu kita. 

Pertanyaannya, apa ruginya dengan kebiasaan itu ?. Kalau kekecewaan ringan seperti di atas saja kita menghadapinya dengan keluhan, umpatan dan hardikan, lalu bagaimana kita mengatasi kekecewaan yang berat ? Kemungkinan besar kita akan merespon dengan amarah yang meluap dan bisa tak terkendali. Amarah ini pasti merugikan diri kita sendiri. Amarah bisa membuat kita melakukan perbuatan konyol yang tidak rasional. Kemarahan yang terus berkobar bisa menjadi benci dan dendam yang tentu saja membuat hidup kita tidak bahagia

Jadi ubahlah pola pikir dan sikap kita ketika menghadapi kekecewaan ringan agar menjadi kebiasaan yang positif. Manakala udara panas, bersyukurlah, “Untung panas, saya jadi bebas bepergian”. Waktu hujan turun, berterima-kasihlah kepada Tuhan, “Terima kasih Tuhan atas air melimpah yang dicurahkan”. Pada saat tak ada sinyal, tersenyumlah,”Wah nggak ada sinyal, nggak bisa telpon tapi bisa menghemat pulsa”. Jangan biarkan kekecewaan merenggut kebahagiaan kita.

Senin, 14 November 2011

MENGATASI RASA KECEWA

Kalau mau jujur, bisa dikatakan setiap hari kita merasa kecewa. Selama kita hidup, kita tak bisa menghindari rasa kecewa. Dari kekecewaan ringan sampai yang berat. Cukup banyak orang yang gagal atau kurang mampu mengatasi dan mengelola kekecewaan dengan baik. Lalu menimbulkan beragam ekspresi dari murung, mengeluh, mengumbar sumpah serapah, caci maki sampai rasa benci dan dendam

Kita memang tak bisa menghindar dari rasa kecewa tapi kita seharusnya bisa mengatasi bahkan mengelola rasa kecewa. Selain kita berusaha mengatasi penyebab dari kekecewaan, kita juga harus mengubah pola pikir dan sikap. Dulu mungkin kita banyak mengeluh dan mencaci maki. Sekarang cobalah berpikir, adakah gunanya kita mengeluh dan mencaci maki ? Bukankah sikap ini malah menambah emosi dan stress kita? Cobalah kita menahan diri dengan diam menenangkan diri. Semestinya kita akan merasa lebih tenang dan lebih baik tanpa emosi. 

Cobalah atasi kekecewaan dengan mengubah pola pikir dan sikap kita.

Selasa, 25 Oktober 2011

WAKTU BISA MENYEMBUHKAN RASA SAKIT HATI


Kita tidak bisa selalu mengendalikan orang lain. Sikap dan tindakan orang lain terhadap kita tak selalu sesuai kehendak kita. Bahkan orang-orang terdekat sekalipun seperti suami, istri, anak, orang tua dan saudara seringkali berbeda dengan kemauan kita. Kadang malah menyakitkan hati kita sampai timbul kemarahan dan pertengkaran. 

Masalah ini mudah diselesaikan kalau ada pihak yang mengalah dan lebih baik lagi ada yang berbesar hati memohon maaf. Bagaimana kalau masing-masing keras hati merasa benar dan tak mau mengalah ? Masalah dan sakit hati akan terus berkobar berkepanjangan menimbulkan kebencian. Puncaknya biasanya salah satu atau kedua pihak tak mau bertemu dan memisahkan diri. 

Tak bertemu selama beberapa waktu bisa menjadi salah satu solusi terbaik untuk menurunkan emosi dan introspeksi diri. Seiring berjalan waktu, perlahan sedikit demi sedikit kita dapat memaafkan orang lain dan diri kita sendiri lalu melupakan rasa sakit hati di masa lalu. Mulai berbaikan kembali dan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Senin, 24 Oktober 2011

KEBAIKAN TIDAK SELALU BERBALAS KEBAIKAN, TAK PERLU SAKIT HATI

Kita mungkin pernah berbuat baik kepada seseorang, entah karena hubungan asmara atau karena memang ingin melakukan kebaikan atas dasar cinta kasih kepada sesama manusia. Namun kadang kebaikan kita malah direspon negatif. Air susu dibalas air tuba. Kebaikan dibalas dengan ketidakbaikan. Cinta dibalas dengan pengkhianatan perselingkuhan dan lain sebagainya. 

Sungguh menyakitkan memang tapi itulah kenyataan hidup kebaikan tidak selalu berbalas kebaikan. Andai kita sakit hati, tidak bisa memaafkan bahkan membalas kembali dengan dendam dan kebencian maka hanya akan merusak diri kita sendiri. Kalau kita melakukan kebaikan itu atas dasar cinta kasih, kejadian tersebut adalah ujian berat cinta kasih kita. Jika benar kita memiliki cinta kasih, tentu juga memiliki maaf. 

Maafkan, lupakan dan ambil hikmah atas peristiwa tersebut untuk tetap penuh cinta kasih terhadap sesama manusia serta hidup lebih nyaman dan tenteram tanpa rasa sakit hati.

Rabu, 05 Oktober 2011

MENCINTAI SEGALA CIPTAAN TUHAN ADALAH SAMA DENGAN MENCINTAI TUHAN


Pertanyaan yang sering dipikirkan adalah, “Saya ingin mencintai Tuhan namun kesulitannya Tuhan itu abstrak, tidak terlihat lalu bagaimana saya seharusnya mencintai Sang Maha Penyayang ?”. 

Tuhan tidak abstrak, Beliau ada dan terlihat di semua ciptaanNya di seluruh jagad raya. Tuhan ada di setiap manusia dan makhluk serta materi apapun yang kita temui. Dari partikel atom terkecil sampai seagung alam semesta. Tuhan juga berbicara kepada kita melalui berbagai peristiwa yang kita alami. Karena itu kalau kita mencintai Tuhan, cintailah setiap manusia, makhluk serta alam yang kita diami. Cintailah dengan tidak menyakiti, menghina, membenci atau merusak mereka. Hargai, hormati, pelihara dan lakukan kebaikan kepada mereka sebagai wujud cinta kita kepada sesama makhluk dan alam seperti kita mencintai Tuhan.

Sabtu, 23 Juli 2011

MENGAPA TUHAN MENGANUGRAHKAN SAUDARA KEPADA KITA ?

Mengapa Tuhan menganugrahkan seorang atau beberapa orang saudara kepada kita ?
Apakah untuk kita benci ?
Apakah untuk saling iri dan dengki ?
Apakah untuk menambah masalah dan kesulitan dalam hidup kita ?
Ataukah untuk kita cintai, saling bekerjasama untuk mempermudah dan memperindah kehidupan kita ?

Sekedar renungan akhir pekan dalam ikatan persaudaraan.

Jumat, 22 Juli 2011

TAK MENCINTAI SAUDARA, SESUNGGUHNYA TIDAK MEMILIKI DAN MEMAHAMI CINTA

Jikalau kita tidak mencintai saudara sendiri, sesungguhnya kita tidak memiliki dan tidak memahami arti cinta kasih. Kalaupun kita merasa mencintai seseorang, itu hanya karena persamaan sifat, senasib, setujuan, merasa diuntungkan dan mungkin nafsu. Keindahan dan keagungan cinta kasih adalah ketika kita mencintai orang yang berbeda dan bahkan yang membenci kita, apalagi dia saudara sedarah kita.

Rabu, 20 Juli 2011

TIDAK ADA MANTAN ADIK ATAU KAKAK

Ketika ego begitu kuat, tidak ada yang mau mengalah bisa menimbulkan kebencian bahkan kepada saudara sendiri. Kalaupun ada yang mau dibenci, bencilah kepada sifat dan kelakuan yang tidak baik, bukan orangnya. Sebenci apapun kepada saudara hingga sampai memutuskan hubungan, kenyataannya tidak ada istilah mantan / bekas adik atau kakak. Selamanya mereka adalah saudara kita, seayah dan/atau seibu.

Senin, 27 Juni 2011

DENDAM ADALAH "MONSTER" YANG MERENGGUT KEBAHAGIAAN KITA

Kita semua pasti pernah dikecewakan orang lain, mungkin dikhianati, melakukan kesalahan fatal bagi kita dan sebagainya. Kekecewaan yang memuncak berkembang menjadi kebencian. Ketika kebencian ini begitu besar dan tak termaafkan, jadilah dendam. Kala dendam bersemayam dalam diri kita, muncullah “monster” yang merenggut kebahagiaan kita. Enyahkan “monster” itu dari pikiran dan hati kita !

Sabtu, 26 Maret 2011

TIDAK ADAKAH JALAN SELAIN KEBENCIAN ?

“Saya tidak akan membenci mereka kalau tidak keterlaluan, dan mereka mau berubah dengan mengaku bersalah dan memohon maaf kepada saya”. Bagaimana kalau mereka tetap pada pendiriannya ? Haruskah kita menghabiskan energi dan merusak kedamaian hati dengan saling membenci ? Kalau mereka sampai merugikan kita, tidak adakah jalan selain membenci ?

Renungan akhir pekan dalam naungan Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Jumat, 25 Maret 2011

JANGAN BERI RUANG TIMBULNYA KEBENCIAN

Kebencian apapun bentuknya akan merusak jiwa dan kebahagiaan kita. Ketika akan timbul kebencian kepada orang lain, cobalah berusaha untuk tersenyum dan lihatlah dari sisi yang berbeda atau anggap saja sebagai sebuah lelucon. Dengan begitu kita dapat meredakan kebencian, bahkan dapat mensyukuri karunia Tuhan dengan keanekaragaman sifat dan tingkah laku manusia.

Kamis, 24 Maret 2011

MEMAAFKAN KEBENCIAN

Ketika ada seseorang atau pihak yang membenci kita, sikap yang paling mudah dilakukan adalah kembali membalas membenci mereka. Inilah yang banyak terjadi kini. Kalau kebencian dibalas dengan kebencian, lalu apa bedanya kita dengan mereka ? Dan pasti akan menimbulkan konflik dan kekacauan.

Akan lebih baik jika kita memaafkan mereka dengan penuh pengertian agar kehidupan lebih tenang dan damai dalam indahnya perbedaan.

Rabu, 23 Maret 2011

BENCI TAPI RINDU

Mungkin kebencian yang “indah” terutama bagi kaum muda adalah benci tapi rindu. Di satu sisi benci dengan sifat dan perbuatan yang tidak sesuai dengan kemauan kita, di sisi lain kita merindukannya.

Sesungguhnya kerinduan ini karena faktor kebiasaan, setelah sekian lama terbiasa selalu bersama. Biasanya kerinduan akan memudar seiring berjalannya waktu dan menemukan penggantinya.

Selasa, 22 Maret 2011

PERBEDAAN KECIL ADALAH WARNA-WARNI KEHIDUPAN NAN INDAH

Kebencian bahkan bisa timbul dari hal-hal sepele yang tidak merugikan orang lain, seperti benci dengan orang bertatto, cara berpakaian, masa lalu orang lain dan sebagainya. Kebencian seperti ini jelas tidak membahagiakan karena akan sering menemukan orang-orang yang dibencinya. Perbedaan-perbedaan kecil akan selalu menghiasi kehidupan sebagai warna-warni nan indah bagai pelangi.

Senin, 21 Maret 2011

TERIMALAH PERBEDAAN TANPA KEBENCIAN

Ketika seseorang berbeda dengan kita, entah berbeda suku, agama, paham, idiologi, sifat dan sebagainya, lalu kita tidak suka dengan perbedaan itu maka cenderung timbul kebencian. Emosi ini bisa diwujudkan dari sekedar tidak mau bertegur sapa sampai membunuh.

Harus disadari bahwa setiap manusia pasti tidak sama, selalu ada perbedaan. Terimalah perbedaan itu bukan dengan kebencian.