Tampilkan postingan dengan label komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunikasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

LEBIH BAIK MANA “NGEDUMEL”, TEMBAK LANGSUNG ATAU BICARA SOPAN ?


LEBIH BAIK MANA “NGEDUMEL”, TEMBAK LANGSUNG ATAU BICARA SOPAN ?
Manakah dari sikap berikut ini yang menurut anda lebih baik ?
  1. Lebih memilih menggerutu dibelakang (ngedumel) daripada membicarakan persoalan secara langsung kepada orang yang bersangkutan karena takut tersinggung, rikuh dan sebagainya.
  2. Lebih enak ngomong tembak langsung tanpa tedeng aling-aling.
  3. Lebih baik bicara langsung secara sopan, tenang dan memilih waktu yang tepat.
Diantara 3 pilihan tersebut kira-kira mana yang dapat menyelesaikan persoalan lebih baik ?

Sekedar renungan akhir pekan penuh keterbukaan dan sopan santun.

Rabu, 05 Desember 2012

“NGEDUMEL” TAK AKAN MENYELESAIKAN MASALAH


“ngedumel” tak akan menyelesaikan masalah
Ketika kita merasa ada suatu masalah dengan orang lain, banyak di antara kita “ngedumel” atau “nggerundel”, tak mau berbicara secara langsung. Mungkin karena rikuh, segan, tak berani berhadapan, sekedar melepaskan uneg-uneg atau memang kebiasaan. Apapun alasannya “ngedumel” tak akan menyelesaikan masalah. Malah akan menambah kekisruhan, keruwetan dan kesalahpahaman.

Jumat, 12 Agustus 2011

SALING MEMAAFKAN PENYELESAIAN TERBAIK KESALAHPAHAMAN

Sebaris kalimat yang kita ucapkan atau tuliskan, bisa ditanggapi dan direspon berbeda oleh setiap orang. Misalkan seorang pria mengucapkan, “Anda cantik” kepada 3 orang wanita di waktu dan tempat berlainan. Katakanlah ketiga wanita tersebut bernama A, B dan C.

Si A seorang wanita berpenampilan biasa saja yang suka berdandan akan menanggapinya dengan senang hati dan menganggapnya sebagai pujian lalu merespon dengan tingkah laku yang lebih bersahabat.

Si B berpenampilan memang cantik dan sudah sering mendapat pujian seperti itu, akan menanggapi dan merespon biasa saja karena menganggapnya sebagai rayuan banyak pria kepadanya.

Wanita ketiga si C berpenampilan kurang menarik, akan merasa tidak senang, bahkan dianggapnya sebagai hinaan atau olok-olok. Dia marah dan pergi.

Ilustrasi itu hanya melihat sedikit faktor dari sangat banyak faktor yang mempengaruhi pikiran dan tingkah laku seseorang. Faktor yang belum dilihat seperti kedekatan hubungan antara si pria dan wanita, suasana lingkungan, latar belakang kehidupan, topik pembicaraan, cara berbicara dan banyak lagi.

Semua faktor tersebut yang membuat suatu aksi menimbulkan banyak reaksi yang berlainan. Sepatah kalimat pujian bisa dianggap hinaan, demikian juga sebaliknya suatu hinaan bisa ditanggapi sebagai sebuah dorongan. Sebuah niat baik bisa ditanggapi tidak baik dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Ketika suatu aksi menimbulkan reaksi yang tidak sesuai harapan, terjadilah kesalahpahaman yang disebabkan oleh faktor-faktor yang diuraikan di atas. Kita sulit untuk memperhitungkan faktor-faktor tersebut. Akibatnya sering terjadi salah paham. Sesuatu yang kita sampaikan ditanggapi berbeda dari yang diharapkan. Kesalahpahaman ini tentu terjadi secara tidak sengaja dan banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kesalahpahaman jelas menimbulkan masalah, dari ringan sampai berat. Masalahnya adalah satu pihak merasa pihak lain melakukan kesalahan terhadap dirinya dan salah satu atau kedua belah pihak belum tahu kalau hal itu terjadi karena kesalahpahaman. Salah satu pihak tanpa sadar dan tanpa sengaja melakukan kesalahan.

Kesalahpahaman ini justru paling banyak terjadi dalam hubungan keluarga. Antara suami - istri, orang tua – anak, antar saudara, menantu – mertua dan kakek/nenek – cucu. Kedekatan hubungan, intensitas bertemu dan berinteraksi menyebabkan komunikasi kurang terkontrol. Merasa masih satu keluarga, masing-masing anggotanya kurang peduli dengan tata cara dan tata krama berkomunikasi.

Sebagai contoh kecil. Seorang suami sebagai kepala keluarga merasa wajar dan berhak membentak dan menghardik istri dan anaknya. Bentakan dan hardikan ini sesungguhnya bertujuan dan bermaksud baik, mungkin bagi si suami untuk kedisiplinan. Tanpa disadari sang ayah, “maksud baik ini” telah melukai perasaan buah hatinya sendiri. Lebih parah lagi istri dan anaknya takut atau segan atau tidak mau mengatakan terus terang perasaannya yang terluka. Kalaupun mau mengatakannya, sang ayah tidak mau mendengarkan atau mendengar tapi tak peduli. Bisa dibayangkan jika kesalahpahaman antara “maksud baik ayah” dengan perasaan terluka istri dan anak ini berlangsung bertahun-tahun.

Kalau saja sang ayah tahu tata cara dan tata krama berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain. Lalu istri dan anak dapat melakukan komunikasi dengan baik, mengungkapkan bahwa mereka merasa terluka dan tidak nyaman atas perlakuan ayahnya. Kesalahpahaman dalam hubungan keluarga bisa dikurangi seminimal mungkin.

Salah satu tata cara dan tata krama berkomunikasi yang terpenting adalah memohon dan memberi maaf secara tulus. Kesalahpahaman adalah kesalahan yang terjadi tanpa sengaja dan tanpa disadari. Kesalahan seperti ini sangat patut untuk saling memaafkan.

Kamis, 17 Maret 2011

BERKATA SOPAN DAN HALUS TANPA BERBOHONG

Mungkin hampir setiap hari ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, kita atau orang di sekitar kita dengan mudah berbohong. Biasanya kita sangat sulit untuk langsung mengatakan “tidak” atau menolak sesuatu, kita lebih suka mencari-cari alasan yang seringnya bohong.

Jauh lebih enak, nyaman dan jelas jika kita berkata sopan dan halus tanpa berbohong.

Senin, 01 November 2010

ORANG YANG DIANGGAP PANDAI

Kita sering beranggapan orang yang berbicara kepada khalayak umum dengan bahasa intelek, bercampur dengan bahasa asing dan kalimat yang sulit dipahami adalah orang pandai dan cerdas. Bagi dirinya sendiri dan lingkungan tertentu mungkin dia memang pandai dan cerdas tapi bagi kita orang awam dia orang yang “dianggap pandai” namun kurang bijaksana dalam berkomunikasi dengan khalayak umum.

Kamis, 26 Agustus 2010

MEMBICARAKAN KEKURANGAN ORANG LAIN

Berbicara adalah kebutuhan dasar jiwa manusia, kita tidak bisa hidup normal jika tidak berbicara selama beberapa hari. Bahkan berbicara menjadi kegiatan menyenangkan di sela-sela waktu senggang, boleh saja kita bicara omong kosong sekedar kesenangan namun hendaknya janganlah membicarakan kekurangan orang lain apalagi memfitnahnya karena KITA SENDIRI JUGA TAK SEMPURNA, banyak kekurangan.

Selasa, 24 Agustus 2010

DIAM MENDENGARKAN

Ketika kita sedang berbicara mencurahkan isi hati kepada pasangan atau sahabat, seringkali yang dibutuhkan hanyalah DIAM UNTUK MENDENGARKAN kita, bukan jawaban apalagi reaksi berlebihan.

Jadilah pendengar yang sabar dan setia bagi pasangan dan sahabat kita serta orang lain.

Sabtu, 07 Agustus 2010

KOMUNIKASI ANTARA AYAH DAN ANAK

Renungan akhir minggu yang berbahagia : "Apakah seorang ayah harus menjaga atau membatasi komunikasi dengan anak sedemikian rupa agar terkesan berwibawa dan disegani, ataukah lebih baik membuka komunikasi terbuka 2 arah, tanpa jarak ???

Jumat, 06 Agustus 2010

SENYUM MEMILIKI BANYAK MAKNA YANG DALAM

Senyum tulus adalah bentuk komunikasi yang sangat sederhana namun memiliki banyak makna yang dalam. Senyum bisa bermakna rasa syukur, keikhlasan, cinta, kedamaian, ketulusan dan bisa menebarkan kebahagiaan. Tersenyumlah penuh ketulusan.

Kamis, 05 Agustus 2010

KOMUNIKASI UNTUK KEBAHAGIAAN KELUARGA

Kebahagiaan keluarga harus dibina dengan kelancaran dan keterbukaan komunikasi 2 arah baik antara suami dan istri maupun orang tua dan anak. Jika komunikasi tersebut tidak terjalin dengan baik, bisa dipastikan salah 1 atau beberapa bahkan seluruh anggota keluarga akan merasakan ketidakbahagiaan.

Rabu, 04 Agustus 2010

BERKOMUNIKASI YANG MENJUNJUNG KEBENARAN DAN KEJUJURAN

Kemampuan berkomunikasi adalah salah 1 kunci keberhasilan. Namun kemampuan komunikasi tanpa menjunjung kejujuran dan kebenaran akan menghasilkan keberhasilan semu yang berdiri di atas lumpur kemunafikan dan ketidakjujuran.

Selasa, 03 Agustus 2010

PAHAMI DAN HATI-HATI DENGAN KOMUNIKASI

Niat baik jika dikomunikasikan dengan cara dan waktu yang TIDAK baik, sering dianggap "tidak baik". Sebaliknya niat tidak baik jika dikomunikasikan dengan cara dan waktu yang baik, sering dianggap "baik". Pahami dan hati-hatilah dengan komunikasi yang manis.

Senin, 02 Agustus 2010

TUHAN BERKOMUNIKASI SETIAP SAAT

Kita semua jelas orang biasa, bukan orang suci tapi sadarkah bahwa Tuhan berbicara dan berkomunikasi dengan kita setiap saat ? Berkomunikasi melalui peristiwa, kejadian, suara hati, teman, keluarga, lingkungan dan semua di sekeliling kita … Hanya dengan membuka hati, pikiran, mata, telinga dan perasaan lebih peka kita dapat memahaminya.