Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2012

Senin, 23 April 2012

BEBAN MENJADI YANG TERBAIK


Kita semua pasti ingin menjadi yang terbaik dan para motivator tak pernah bosan selalu menganjurkan, “Jadilah yang terbaik !”. 

Menjadi yang terbaik tentu tidak salah, memang seharusnya demikian tapi selayaknya tuntutan untuk sukses ini tidak malah menjadi beban bagi kita dan orang lain. Apakah mungkin semua orang menjadi yang terbaik ? Menjadi nomor 1 ? Pasti tak mungkin. 

Jika motivasi, “Jadilah yang terbaik !” malah membebani kita, ubah saja yang lebih realistis seperti, “JADILAH LEBIH BAIK !”. Menjadi lebih baik tidaklah sesulit menjadi yang terbaik. Tanpa terlalu terbebani kita dapat berupaya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu yang pada proses selanjutnya bisa menjadi yang terbaik. Minimal terbaik menurut ukuran kita sendiri. 

Senin, 21 November 2011

BERSYUKURLAH DALAM SIKAP DAN PERBUATAN, BUKAN HANYA DIUCAPKAN


Masih cukup banyak yang beranggapan kalau kita selalu ikhlas dan bersyukur artinya pasrah, tidak ada motivasi untuk maju. Orang yang beranggapan demikian, dapat dipastikan tidak memahami makna bersyukur. Dia memahami bersyukur hanya sekedar di bibir. 

Bersyukur tentu saja tidak sekedar diucapkan, lebih dari itu yang terpenting bersyukur harus diwujudkan dalam sikap dan perbuatan. Kalau kita bersyukur dengan kesehatan kita maka bekerjalah dengan rajin dan ulet. Kalau bersyukur dengan ilmu yang kita dapat maka berpikirlah lebih baik. Kalau bersyukur dengan rejeki yang didapat maka pergunakan rejeki itu dengan baik. Apakah kita bersyukur kalau bermalas-malasan, tidak mau menggunakan pikiran atau ilmu kita dan menghambur-hamburkan rejeki kita dengan berfoya-foya ?

Jika kita benar-benar bersyukur dalam sikap dan perbuatan maka dengan sendirinya kita akan selalu termotivasi menjadi lebih baik.

Sabtu, 02 April 2011

MENGAPA TAK BERUSAHA LEBIH BAIK LAGI, BUKAN MERASA IRI ?

Rasa iri timbul karena kita tidak mau menerima kenyataan bahwa orang lain lebih dari kita, lebih rupawan, lebih kaya, sukses dan sebagainya. Kalau orang lain lebih baik, lalu mengapa harus iri ? Mengapa kita tidak berusaha bersemangat untuk lebih baik lagi, bila perlu melebihi orang tersebut ? Mengapa kita tidak termotivasi untuk bersaing secara sehat dan sportif ?

Sekedar renungan akhir pekan tanpa rasa iri.

Kamis, 31 Maret 2011

MENGUBAH RASA IRI MENJADI MOTIVASI LEBIH BAIK

Awalnya mungkin kita iri melihat keberhasilan orang lain tapi kalau rasa iri ini malah kemudian memacu kita untuk lebih baik dan lebih semangat berkarya, tentu akan menjadi iri yang positif. Mungkin berubah bukan iri lagi, melainkan menjadi motivasi.

Jadi berusahalah mengubah rasa iri kita menjadi motivasi untuk lebih baik.

Senin, 04 Oktober 2010

BERSYUKUR DALAM SIKAP DAN TINDAKAN

Ada diantara kita yang bertanya, kalau kita selalu bersyukur dan ikhlas, apakah kita pasrah begitu saja sehingga tidak memotivasi kita untuk maju ?

Harus disadari bahwa ikhlas dan bersyukur tidak hanya di bibir tapi dalam sikap dan tindakan. Apakah kita bersyukur jika bermalas-malasan, tidak mau bekerja-keras ?

Kita bersyukur dalam kondisi sehat karena itu bekerjalah dengan rajin dan ulet untuk maju.