Tampilkan postingan dengan label kesejahteraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesejahteraan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2011

APA YANG DIHARAPKAN DALAM MENGISI KEMERDEKAAN ?

Mengisi kemerdekaan adalah tanggung jawab kita semua sebagai para pejuang pengisi kemerdekaan. Tapi apa yang diharapkan dari para pejuang pengisi kemerdekaan kini ketika para pemimpinnya lebih banyak berjuang untuk kepentingannya sendiri ? Apa yang diharapkan dari para pemimpin yang tidak memberikan teladan untuk mengisi kemerdekaan bagi kesejahteraan sebagian besar rakyat Indonesia ?

Renungan akhir pekan yang tulus demi bangsa dan negara.

Selasa, 26 Juli 2011

KESEJAHTERAAN BUKAN UKURAN KEBAHAGIAAN

“Bisakah kesejahteraan menjadi ukuran kebahagiaan ?”.
Tidak, kalau kesejahteraan yang dimaksud berkaitan dengan kebendaan. Semakin sejahtera seseorang atau masyarakat belum tentu berbahagia. Demikian pula sebaliknya.
Seorang Yogi bisa berbahagia dalam kesederhanaan kehidupan yoga. Seorang milyuner bisa menderita dalam kemewahannya.

Senin, 25 Juli 2011

UKURAN KEBAHAGIAAN

Ada yang bertanya, “Apa ukuran kebahagiaan ? Bagaimana menilai kebahagiaan seseorang ?”.

Lebih mudah mengukur kesejahteraan dan kesuksesan daripada kebahagiaan. Kebahagiaan menyangkut perasaan, suatu kondisi kejiwaan dan spiritual. Seperti halnya cinta kasih. Bagaimana mengukur cinta kasih seseorang ? Kita tidak bisa mengukur dan menilai kebahagiaan dan cinta seseorang. Kalaupun ada, seperti survei, itu hanya asumsi.

Senin, 16 Agustus 2010

BELUM "MERDEKA" JIKA BANYAK KESERAKAHAN DAN KETIDAKPEDULIAN

Indonesia telah merdeka selama 65 tahun, tapi cukup banyak yang berpendapat sesungguhnya belum “merdeka” karena kesejahteraan dirasakan belum merata kepada seluruh rakyat. Jelas tidak mudah memang mensejahterakan lebih dari 200 juta orang, namun tidak dapat dijadikan alasan pembenaran jika masih banyak terjadi KESERAKAHAN DAN KETIDAKPEDULIAN. 

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia !