Tampilkan postingan dengan label sakit hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sakit hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2011

MENGAPA MEMBIARKAN RASA SAKIT HATI MERUSAK KEBAHAGIAAN HIDUP KITA ?

Karena kita berinteraksi dengan banyak orang, termasuk yang kita cintai, sakit hati bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. 
Lalu mengapa membiarkan rasa sakit hati berkepanjangan yang akan merusak kebahagiaan hidup kita ? 
Mengapa kita tidak memaafkan, melupakan dan mengambil hikmah atas peristiwa tersebut ? 
Apakah kita mau rasa sakit hati menjadi luka hati  permanen yang tak tersembuhkan dan menimbulkan trauma batin yang selalu mengganggu pikiran dan jiwa kita sehingga hidup tak bahagia ? 

Sekedar renungan akhir pekan tanpa rasa sakit hati.

Rabu, 26 Oktober 2011

SAKIT HATI ITU MANUSIAWI, HADAPI DAN ATASI SECARA BIJAK

Jikalau kita tidak mau sakit hati, jangan jatuh cinta dan jangan berinteraksi dengan orang lain. Cobalah hidup seorang diri di gurun, di hutan atau di laut. Mungkinkah ? Bisa saja walau kemungkinannya kecil. Masalahnya bukan mungkinkah atau bisakah hidup di sana sendiri tapi adakah manusia normal beradab yang mau melakukannya seumur hidup hanya untuk menghindari rasa sakit hati ? 

Sakit hati memang sungguh menyakitkan bahkan ada sebuah lagu yang mengatakan lebih sakit daripada sakit gigi. Sesakit apapun, sakit hati itu manusiawi, bagian dari kehidupan yang harus kita rasakan, harus dihadapi dan diatasi secara bijak.

Selasa, 25 Oktober 2011

WAKTU BISA MENYEMBUHKAN RASA SAKIT HATI


Kita tidak bisa selalu mengendalikan orang lain. Sikap dan tindakan orang lain terhadap kita tak selalu sesuai kehendak kita. Bahkan orang-orang terdekat sekalipun seperti suami, istri, anak, orang tua dan saudara seringkali berbeda dengan kemauan kita. Kadang malah menyakitkan hati kita sampai timbul kemarahan dan pertengkaran. 

Masalah ini mudah diselesaikan kalau ada pihak yang mengalah dan lebih baik lagi ada yang berbesar hati memohon maaf. Bagaimana kalau masing-masing keras hati merasa benar dan tak mau mengalah ? Masalah dan sakit hati akan terus berkobar berkepanjangan menimbulkan kebencian. Puncaknya biasanya salah satu atau kedua pihak tak mau bertemu dan memisahkan diri. 

Tak bertemu selama beberapa waktu bisa menjadi salah satu solusi terbaik untuk menurunkan emosi dan introspeksi diri. Seiring berjalan waktu, perlahan sedikit demi sedikit kita dapat memaafkan orang lain dan diri kita sendiri lalu melupakan rasa sakit hati di masa lalu. Mulai berbaikan kembali dan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Senin, 24 Oktober 2011

KEBAIKAN TIDAK SELALU BERBALAS KEBAIKAN, TAK PERLU SAKIT HATI

Kita mungkin pernah berbuat baik kepada seseorang, entah karena hubungan asmara atau karena memang ingin melakukan kebaikan atas dasar cinta kasih kepada sesama manusia. Namun kadang kebaikan kita malah direspon negatif. Air susu dibalas air tuba. Kebaikan dibalas dengan ketidakbaikan. Cinta dibalas dengan pengkhianatan perselingkuhan dan lain sebagainya. 

Sungguh menyakitkan memang tapi itulah kenyataan hidup kebaikan tidak selalu berbalas kebaikan. Andai kita sakit hati, tidak bisa memaafkan bahkan membalas kembali dengan dendam dan kebencian maka hanya akan merusak diri kita sendiri. Kalau kita melakukan kebaikan itu atas dasar cinta kasih, kejadian tersebut adalah ujian berat cinta kasih kita. Jika benar kita memiliki cinta kasih, tentu juga memiliki maaf. 

Maafkan, lupakan dan ambil hikmah atas peristiwa tersebut untuk tetap penuh cinta kasih terhadap sesama manusia serta hidup lebih nyaman dan tenteram tanpa rasa sakit hati.

Kamis, 08 September 2011

MAAF ITU MEMBAHAGIAKAN

Mengapa kita harus saling bermaafan

Dengan maaf kita bisa melepaskan rasa sakit hati, dendam, rasa bersalah dan semua emosi yang membebani pikiran dan hati. Kita menjadi plong, tak ada beban, nyaman, tenang dan bahagia

Maaf itu membahagiakan.

Rabu, 07 September 2011

MEMAAFKAN ITU LEBIH DARI SEKEDAR MELUPAKAN

Ada yang mengatakan memaafkan adalah melupakan. Ada benarnya walau kurang lengkap. 

Memaafkan adalah melupakan segala keburukan, semua rasa sakit hati dan rasa bersalah namun tetap mengingat segala hikmah kebaikan bagi perbaikan kehidupan di masa kini dan masa mendatang.

Jumat, 01 April 2011

BERSYUKUR KARENA ADA YANG IRI KEPADA KITA

Kemungkinan besar ada orang di sekitar kita yang merasa iri kepada kita. Ada yang diam-diam dan ada pula yang secara nyata memperlihatkannya, bahkan sampai melakukan tindakan negatif seperti mencela, fitnah dan sebagainya.

Hadapi saja dengan senyum penuh rasa syukur karena ada yang mengakui kelebihan kita, tanpa merasa sakit hati, apalagi menyombongkan diri.