Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2011

MAKAN UNTUK HIDUP ATAU HIDUP UNTUK MAKAN ?

Pertanyaan klasik, kita makan untuk hidup atau hidup untuk makan ?
Kalau hidup untuk makan, bisakah kita hidup tanpa makan ?
Kalau makan untuk hidup, mengapa kita jarang bersyukur atas makanan yang menghidupi kita, malah mengeluh bahkan membuangnya ?

Sekedar renungan rutin tiap akhir pekan yang semoga bisa menjadi makanan rohani kita.

Jumat, 03 Juni 2011

MEMBUANG MAKANAN SAMA SAJA TIDAK MENGHARGAI DAN MENSYUKURI KARUNIA TUHAN

Di restoran kelas menengah atas umumnya orang sangat jarang menghabiskan makanannya, mungkin karena gengsi atau mereka memang tak pernah lapar. Di rumah kita juga kadang membuang makanan yang tidak termakan.

Kita tahu banyak orang lain yang kekurangan makan. Dan lagi makanan itu rejeki dan karunia Tuhan jika kita membuangnya sama saja tidak menghargaiNYA.

Rabu, 01 Juni 2011

MAKANAN BIASA MENJADI LUAR BIASA KARENA RASA SYUKUR

Selama ini mungkin kita makan dengan cepat sambil mengobrol, menonton TV dan sebagainya. Kita merasa kenyang dan mungkin enak lalu selesai. Cobalah makan perlahan merasakan setiap suap dan mensyukuri setiap nikmat makanan yang Tuhan berikan. Kita tidak hanya merasa enak dan kenyang, lebih dari itu adalah rasa syukur yang membuat makanan biasa dan murah menjadi luar biasa.

Selasa, 31 Mei 2011

MENGELUH ATAS MAKANAN KITA SAMA DENGAN PROTES ATAS REJEKI TUHAN

Ketika makan, keluhan yang sering terdengar, “Ah bosan ! Hampir tiap hari makan itu terus !” Tanpa sadar kita protes rejeki dari Tuhan. Kalaupun bosan kita bisa bilang, “Terima kasih atas makanan ini. Kalau bisa mama / istriku sayang atau pembantuku yang baik, makanan ini sesekali bervariasi tapi tetap berhemat.”

Nikmati dan syukuri meski hanya sepotong tempe atau sebungkus mie instan. Ingatlah banyak yang kelaparan.

Senin, 30 Mei 2011

SEPENUHNYA MENIKMATI DAN MENSYUKURI KARUNIA TUHAN BERUPA MAKANAN

Mungkin orang tua atau kakek nenek kita pernah mengajarkan, jangan banyak bicara, jangan berdiri dan jangan sambil berjalan ketika sedang makan. Apa maksudnya ? Pertama, kurang sopan. Kedua, menghindari tersedak. Ketiga, makanan tidak tumpah dan keempat yang terpenting kita dapat sepenuhnya menikmati dan mensyukuri rejeki dan karunia Tuhan berupa makanan.