Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Mei 2012

MELUPAKAN PERAN TUHAN KETIKA MENGGAPAI KESUKSESAN


melupakan Tuhan ketika sukses
Ada orang yang ketika menderita merasa Tuhan telah meninggalkannya dan saat sedang senang berkeyakinan Tuhan selalu dekat dengan dirinya. 

Sebagian lagi dalam masa-masa sulit berusaha mendekat kepada Maha Kuasa, berdoa setiap hari. Dikala masa sulit itu telah lewat berganti masa-masa indah dalam kesuksesan mulai berangsur melupakanNya. Dalam kesibukan sehingga sering lupa atau tak sempat berdoa, dia bersombong ria menyatakan bahwa keberhasilannya semata karena kerja keras dan ketekunan dirinya sendiri, melupakan peran Sang Maha Kuasa. 

Dalam kondisi apapun, suka dan duka Tuhan selalu ada bersama kita. Kita sendirilah yang seringkali meninggalkan atau melupakanNya.

Sabtu, 05 Mei 2012

MENGAPA BINGUNG DAN GALAU MENJALANI HIDUP ?

Apa tujuan hidup kita saat ini ? 
Yakinkah dengan tujuan hidup itu ? 
Atau ada kebimbangan, keraguan, kegalauan atau kebingungan ? 
Sehingga terpikir pertanyaan, “Apa yang saya cari dalam hidup saya ini ?” 
Apakah mencari cita-cita yang belum terwujud atau kekayaan, kesuksesan, kekuasaan, kepopuleran, kesenangan, ketentraman ataukah kebahagiaan ? 
Bingung lagi dengan banyaknya pilihan ? 

Sekedar renungan akhir pekan untuk meyakini tujuan hidup kita.

Rabu, 02 Mei 2012

APA YANG DICARI DALAM HIDUP INI ?

“Apa yang dicari dalam hidup ini ?”, sebuah pertanyaan yang sering ditemukan di media jejaring sosial dan kehidupan sehari-hari. Kita mungkin salah seorang yang mempertanyakannya.

Kalau kita cermati pertanyaan tersebut bukanlah pertanyaan yang sesungguhnya. Lebih kepada perasaan kebingungan atau bahasa yang kini sedang populer adalah kegalauan.

Sedari kecil kita telah diarahkan atau dibimbing oleh orang tua kira-kira akan kemana kita setelah dewasa. Ini yang sering disebut dengan cita-cita. Ada yang ingin menjadi dokter, insinyur, arsitek, tak sedikit pula yang bercita-cita menjadi presiden dan tentu masih banyak lagi lainnya.

Pada masa remaja dan kuliah mulai timbul kegamangan karena seringkali pendidikan kita tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan dulu. Kalaupun ada kesesuaian masih ada sedikit keraguan, apakah benar jalan yang diambil?

Kegamangan dan keraguan ini mulai membiaskan cita-cita kita. Dari mau menjadi dokter berubah menjadi ingin kaya raya. Cita-cita presiden berubah pikiran menjadi berusaha untuk sukses. Cita-cita yang tadinya spesifik melebar lebih umum, ingin menjadi orang sukses dan kaya raya.

Dalam perjalanan menggapai sukses dan kaya raya ternyata tidak mudah, banyak halangan dan kesulitan. Begitu beratnya jalan yang harus ditempuh lalu membuat kita bingung atau galau, sampai terlontar pertanyaan di atas, “Apa yang dicari dalam hidup ini ?”.

Sebenarnya kita tahu apa yang dicari, yaitu cita-cita kita. Tapi karena untuk menggapai cita-cita tidaklah mudah, kita menjadi bingung dan galau. Kenapa begitu sulit mencapainya ? Kemudian agar lebih mudah tercapai kita memperlebar tujuan hidup menjadi orang sukses atau kaya raya, kalau bisa kedua-duanya sekaligus. Ternyata masih sulit juga sehingga timbullah kebingungan dan kegalauan.

Kita pasti tak akan bingung dan galau kalau kita tahu, untuk apa kita bercita-cita. Kenapa ingin sukses dan kaya ? Apa kita tahu ? Banyak yang tidak tahu.

Banyak yang tidak tahu ? Apakah rahasia ? Sama sekali bukan rahasia. Hanya banyak diantara kita yang tidak tahu apa tujuan hidup sebenarnya. Kita ingin menggapai cita-cita, kesuksesan dan kekayaan, tak lain tak bukan karena kita ingin kebahagiaan.

Mengejar cita-cita, kesuksesan dan kekayaan kita tahu tidak gampang dan kalaupun terwujud memang bisa menambah kebahagiaan tapi belum tentu membuat kita bahagia. Sedangkan kebahagiaan itu sendiri sebenarnya jauh lebih mudah dirasakan karena tidak bergantung kepada cita-cita, sukses dan harta berlimpah. Kebahagiaan itu ada dalam pikiran dan hati kita sendiri sehingga tidak perlu dicari dan dikejar. Cukup diupayakan dengan selalu ikhlas dan mensyukuri kehidupan kita. Ya sederhana saja, ikhlas dan bersyukur. Tapi tentu saja bukan hanya di mulut melainkan melebur dalam pikiran dan hati kita.

Kalau kita tahu tujuan hidup kita adalah kebahagiaan, bukan kesuksesan dan kekayaan. Lalu upayakanlah dengan senantiasa ikhlas dan bersyukur dalam sikap dan perbuatan kita. Niscaya tak akan ada kebingungan atau kegalauan sehingga tidak ada lagi pertanyaan absurd,“Apa yang dicari dalam hidup ini?”.

KITA BUKAN MENCARI TAPI MENJALANI DAN MENGUPAYAKAN KEHIDUPAN YANG BAHAGIA, TIDAK HANYA BUAT DIRI SENDIRI MELAINKAN ORANG BANYAK.

Sabtu, 28 April 2012

MENGAPA TIDAK MELAKUKAN YANG TERBAIK MENJADI MANUSIA BAIK ?

Dalam sebuah kompetisi, semua peserta pasti ingin menang, ingin menjadi yang terbaik. 
Kenyataannya berapa orang yang menjadi pemenang pertama sebagai yang terbaik ? 
Apa mungkin semua menjadi yang terbaik ? 
Apakah yang kalah tidak melakukan yang terbaik ? 

Cobalah hubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari, apakah mungkin kita semua menjadi yang terbaik
Apakah kita semua bisa menjadi manusia yang baik
Menjadi terbaik atau tidak, mengapa kita tidak melakukan yang terbaik sekarang untuk menjadi manusia yang baik ? 

Sekedar renungan akhir pekan dalam upaya terbaik menjadi manusia yang baik.

Jumat, 27 April 2012

LAKUKAN APAPUN YANG TERBAIK SEKARANG


Sebaiknya kita tidak terfokus kepada hasil terbaik melainkan LAKUKAN APAPUN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN SEKARANG.Ada yang minder, ada yang bingung, kini yang sedang trend selalu galau dan tak sedikit yang nyaris bahkan putus asa hanya gara-gara merasa sulit dan tak bisa menjadi yang terbaik. 
Kenapa ? 
Lalu apa yang mungkin ? 
Yang paling mungkin adalah semua menjadi baik. 

Sebaiknya kita tidak terfokus kepada hasil terbaik melainkan LAKUKAN APAPUN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN SEKARANG.

Rabu, 25 April 2012

Senin, 23 April 2012

BEBAN MENJADI YANG TERBAIK


Kita semua pasti ingin menjadi yang terbaik dan para motivator tak pernah bosan selalu menganjurkan, “Jadilah yang terbaik !”. 

Menjadi yang terbaik tentu tidak salah, memang seharusnya demikian tapi selayaknya tuntutan untuk sukses ini tidak malah menjadi beban bagi kita dan orang lain. Apakah mungkin semua orang menjadi yang terbaik ? Menjadi nomor 1 ? Pasti tak mungkin. 

Jika motivasi, “Jadilah yang terbaik !” malah membebani kita, ubah saja yang lebih realistis seperti, “JADILAH LEBIH BAIK !”. Menjadi lebih baik tidaklah sesulit menjadi yang terbaik. Tanpa terlalu terbebani kita dapat berupaya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu yang pada proses selanjutnya bisa menjadi yang terbaik. Minimal terbaik menurut ukuran kita sendiri. 

Senin, 19 Maret 2012

BANYAK KEBERHASILAN DIANTARA KEGAGALAN-KEGAGALAN

Mungkin banyak diantara kita yang merasa sering gagal daripada berhasil. Dari gagal untuk bersabar, gagal menahan marah, gagal menepati waktu, gagal berbuat baik sampai gagal dalam bisnis dan Rumah Tangga. 

Kebanyakan kita cenderung berpikir negatif sehingga yang ada dalam pikiran hanya kegagalan demi kegagalan. Sesungguhnya setiap hari kita juga ada keberhasilan. Segagal apapun kita masih berhasil bernafas menghirup udara segar. Tarik nafas dalam-dalam dan syukuri setiap tarikan nafas, itu juga keberhasilan. Mungkin kita masih berhasil untuk makan, berhasil pulang dengan selamat bertemu keluarga, tetap berhasil menjaga kesehatan

Berpikirlah positif lihat keberhasilan-keberhasilan kecil yang sering kita lupakan lalu bersyukurlah di pikiran dan hati kita, bukan hanya di mulut. Ikhlaskanlah kegagalan-kegagalan yang telah terjadi.

Kamis, 19 Januari 2012

ANDAI TAK ADA KEIKHLASAN MAKA TAK ADA KEBAHAGIAAN

Andai ikhlas tidak ada dalam diri manusia maka tak ada kebahagiaan ketika sukses, mendapat rejeki, jatuh cinta dan berbagai sukacita lainnya. Rasa bahagia itu terjadi karena kita menerima secara ikhlas 100% semua anugrah sukacita dari Maha Kuasa itu. Kalau kita ikhlas menerima suka, semestinya kita juga ikhlas menerima duka

Kebahagiaan adalah ikhlas menerima apapun kehendak Tuhan baik suka maupun duka lalu mensyukuri semua karunia kehidupan.

Sabtu, 26 November 2011

MENGAPA TIDAK MELAKUKAN HAL SEDERHANA UNTUK SUKSES DAN BAHAGIA?


Kita mau sukses dan bahagia
Minimal sukses dan bahagia menurut ukuran kita sendiri, bukan ukuran orang banyak yang lebih berorientasi kepada harta dan jabatan
Mengapa harus pusing dengan berbagai teori, cara, petunjuk, tips dan trik yang katanya praktis dan ilmiah tapi kenyataannya cukup rumit dan sulit dipahami ? 
Mengapa tidak MELAKUKAN (bukan sekedar teori atau di bibir saja) hal yang sederhana yaitu IKHLAS dan BERSYUKUR atas apapun yang kita kerjakan dalam kehidupan

Sekedar renungan akhir pekan penuh rasa syukur dan keikhlasan dalam perbuatan.    

Rabu, 02 November 2011

SEDIAKAN WAKTU UNTUK HAL-HAL YANG KELIHATAN SEPELE NAMUN BERMAKNA

Setiap hari kita sibuk bekerja, entah katanya mengejar mimpi, menggapai sukses dan sebagainya. Sibuk mencapai target, memenuhi deadline atau bekerja keras memaksakan diri agar semua berjalan dengan cepat, tak ada penundaan dan waktu yang terbuang. Dalam kondisi ini waktu terasa berlari begitu cepat mengejar kita. Nyaris tak ada waktu luang, waktu begitu berharga sampai beranggapan waktu adalah uang. Sangat sibuk sampai tak bisa merasakan nikmatnya sarapan, indahnya matahari, merdunya kicau burung, senyum ceria putra-putri di pagi hari, hanya karena terburu-buru berangkat bekerja lebih pagi. 

Ada yang mengatakan itulah harga atau pengorbanan yang harus dibayar untuk sebuah kesuksesan. Boleh saja berpendapat seperti itu tapi apakah kita benar-benar tak ada waktu atau tak mau menyediakan waktu ? Bukankah kita yang mengelola waktu dan bukan sebaliknya ? 

Sibuk bekerja tentu saja tidak buruk tapi jangan lupa menyediakan waktu untuk menikmati dan mensyukuri hal-hal yang kelihatannya sepele bagi orang sibuk namun memiliki arti dan makna yang besar dalam hidup kita.

Kamis, 22 September 2011

KERJA BIJAK

KERJA KERAS adalah kata dan saran yang telah lama kita dengar untuk mencapai keberhasilan. Mungkin karena kerja keras lebih cenderung ke pengertian fisik, belakangan ini dimunculkan istilah KERJA CERDAS. Suatu idiom yang lebih cenderung menggunakan kecerdasan otak daripada fisik. 

Barangkali ada 1 hal yang dilupakan dalam mencapai keberhasilan, selain fisik dan otak, yaitu hati. Sehingga istilah yang lebih tepat adalah KERJA BIJAK. Memadukan dengan bijak antara fisik, otak dan hati.

Senin, 19 September 2011

BEKERJA KARENA RASA SYUKUR DAN KEIKHLASAN

Kita seringkali dituntut oleh orang lain dan tentu oleh diri kita sendiri untuk berhasil dalam pekerjaan kita. Tuntutan harus berhasil ini menjadi beban tekanan yang membuat stress. Cobalah kita bekerja karena rasa syukur telah mendapat kepercayaan dan tanggung jawab lalu ikhlaskanlah apapun hasilnya kepada Maha Kuasa, niscaya kita akan bekerja dengan sedikit beban serta kemungkinan untuk berhasil akan lebih besar.

Jumat, 16 September 2011

KENAPA KITA LEBIH MENGINGINKAN SUKSES DAN KAYA DARIPADA BAHAGIA ?

Boleh dibilang semua orang ingin hidup bahagia. Ada yang bercita-cita mau menjadi orang sukses, itu pasti karena ingin hidup bahagia. Jika ada yang berusaha bekerja keras mengumpulkan banyak harta agar kaya raya, tak lain tak bukan dia tentu ingin hidup bahagia.

Sesungguhnya kebahagiaan menjadi tujuan hidup banyak orang. Tapi kalau ditanya, “Apa  tujuan hidupmu ?” jawaban yang sering kita dengar dan katakan adalah : “Saya ingin sukses” atau “Saya mau jadi orang kaya raya”. Jarang orang menjawab, “Saya ingin bahagia”.

Kenapa begitu ? Salah satu alasan utama adalah karena banyak orang tidak memahami makna kebahagiaan. Mereka sering menyamakan arti kebahagiaan dengan kesenangan. Acapkali rancu pengertian kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan dan kenikmatan.

Kesenangan itu suatu aktivitas yang kita sukai, seperti hobi. Misalnya memancing, bepergian, berolahraga atau pekerjaan yang kita sukai. Kegembiraan adalah suatu keadaan dan kondisi meriah yang membuat kita tertawa dan bersorak. Umumnya dilakukan oleh sekumpulan orang seperti misalnya pesta ulang tahun dan berbagai kemeriahan lainnya. Sedangkan kenikmatan biasanya berkaitan dengan pemanjaan tubuh seperti makan enak, spa, pijat dan sebagainya. Pada dasarnya kegembiraan dan kenikmatan menimbulkan juga kesenangan sehingga untuk selanjutnya dalam tulisan ini kegembiraan dan kenikmatan disebut saja dengan kesenangan.

Dengan kesuksesan dan kekayaan kita bisa mendapatkan banyak kesenangan. Kesuksesan adalah puncak dari pekerjaan atau kegiatan yang kita sukai sehingga menjadi puncak kesenangan kita. Sedangkan dengan kekayaan kita bisa membeli semua kesenangan yang kita mau. Kita mengejar kesuksesan dan kekayaan sesungguhnya untuk memperoleh kesenangan. Karena banyak orang rancu antara kesenangan dan kebahagiaan maka kita berusaha mencari kesenangan melalui kesuksesan dan kekayaan. Bukan menginginkan kebahagiaan yang sebenarnya menjadi tujuan hidup banyak orang.

Lalu apa bedanya kesenangan dan kebahagiaan ? Kesenangan memang membahagiakan tapi hanya sementara. Kesenangan kita rasakan hanya saat keadaan tersebut berlangsung. Kesenangan karena kesuksesan, berapa lama dapat dirasakan ? Biasanya setelah satu kesuksesan berlangsung beberapa saat kita akan merasa biasa lagi, tidak merasakan kesenangan. Lalu kita mencoba meraih kesuksesan yang lebih tinggi lagi untuk mendapatkan kembali kesenangan. Mungkin bisa lebih sukses, mungkin juga malah gagal. Kalaupun sukses lagi, berapa lama merasakan kesenangan ? Sebentar saja. Demikianlah seterusnya mungkin seumur hidup kita, kesuksesan demi kesuksesan hanya menimbulkan kesenangan sementara saja.

Kesenangan dari kekayaan, berapa lama dapat bertahan ? Dengan kekayaan kita bisa membeli satu kesenangan, setelah beberapa saat kita mulai bosan. Lalu kita mencoba mencari kesenangan lain, kemudian bosan lagi. Terus kesenangan demi kesenangan coba diraih tapi tak juga kunjung terpuaskan. Kesenangan dari kekayaan juga hanya sementara.

Sedangkan kebahagiaan adalah suatu kondisi kejiwaan dan spiritual yang senantiasa bersyukur dan menerima kehidupan dalam kondisi apapun termasuk senang, susah, sukses, gagal, kaya, sederhana, suka maupun duka. Kesenangan hanya sebagian kecil saja dari kebahagiaan. Kebahagiaan memiliki makna lebih luas, mendalam dan pasti tidak bersifat sementara.

Dalam kehidupan ini kita pasti tidak mungkin terus menerus mengalami kesenangan. Kalaupun misalnya sampai ada yang terus menjalani kesenangan, suatu saat pasti akan merasa biasa saja, tidak lagi merasakan kesenangan. Sekali waktu kita harus merasakan susah, sedih, duka dan sejenisnya sebagai kenyataan dan variasi kehidupan. Cobalah kita bayangkan jika seseorang dari lahir sampai dewasa selalu makan dan minum manis tanpa pernah merasakan pahit, asin dan tawar. Dia pasti tidak tahu lagi arti manis karena tidak pernah merasakan variasi pembanding rasa yang lain. Pahit, manis, susah, senang, gagal, berhasil, sedih, gembira, suka dan duka adalah kenyataan yang mewarnai hidup kita.

Seseorang yang hanya mengejar kesenangan akan merasa tidak bahagia bahkan bisa stres, depresi, gangguan jiwa dan paling tragis bunuh diri ketika dia sedang mengalami berbagai peristiwa, masalah dan kesulitan yang menimbulkan kesedihan dan kesusahan.

Seseorang yang berbahagia akan selalu memandang masalah, kesulitan, kesedihan dan kesusahan yang dialaminya dari sudut pandang yang berbeda. Dia akan menerima dengan ikhlas semua masalah, kesulitan dan duka yang tentu tak dapat dihindari sebagai kenyataan yang mewarnai hidup. Dia bahkan akan mensyukurinya karena mendapatkan tantangan dan petualangan berharga sebagai ujian kenaikan tingkat menuju kehidupan yang lebih baik.

Menjalani hidup bahagia adalah bagaimana pola pikir, meramu, menghadapi dan  mengatasi susah, senang, sedih, gembira, gagal, berhasil, suka, duka dan semua kondisi kehidupan dengan bijak sehingga menjadi warna-warni yang indah. Menjalani hidup bahagia adalah seni bukan matematika karena begitu luas dan beragamnya kehidupan, tidak ada rumus atau kiat-kiat tertentu yang pasti. Namun sebenarnya dapat disederhanakan menjadi 2 elemen atau unsur penting yang ada dalam menjalani hidup bahagia yaitu IKHLAS dan BERSYUKUR.

Kala kita senantiasa ikhlas dan bersyukur dalam menjalani kehidupan dalam kondisi apapun, kita akan merasakan kebahagiaan. Untuk ikhlas dan bersyukur kita tidak perlu bersusah payah mencarinya kemana-mana, ada dalam diri kita sendiri. Ciptakanlah kebahagiaan itu di pikiran dan hati kita.

Kalau kita bahagia maka otomatis kita sukses karena telah mencapai puncak kesenangan kita. Jika kita bahagia jelas kita kaya raya karena telah mendapatkan kesenangan yang terpuaskan. JADI KITA SUKSES DAN KAYA ITU KARENA BAHAGIA bukan sebaliknya, bahagia karena sukses dan kaya. Mulai sekarang manakala ada orang bertanya, “Apa tujuan hidup anda ?” atau “Apa cita-cita anda ?”, jawablah dengan yakin dan percaya, “SAYA INGIN BAHAGIA !”

Senin, 25 Juli 2011

UKURAN KEBAHAGIAAN

Ada yang bertanya, “Apa ukuran kebahagiaan ? Bagaimana menilai kebahagiaan seseorang ?”.

Lebih mudah mengukur kesejahteraan dan kesuksesan daripada kebahagiaan. Kebahagiaan menyangkut perasaan, suatu kondisi kejiwaan dan spiritual. Seperti halnya cinta kasih. Bagaimana mengukur cinta kasih seseorang ? Kita tidak bisa mengukur dan menilai kebahagiaan dan cinta seseorang. Kalaupun ada, seperti survei, itu hanya asumsi.

Jumat, 08 Juli 2011

MUSTAHIL MEMPERTAHANKAN KEMENANGAN ATAU KESUKSESAN

Banyak yang mengatakan,”Mempertahankan kemenangan atau kesuksesan jauh lebih sulit daripada meraihnya”. Sesungguhnya bukan sulit tapi mustahil. Tidak ada yang abadi di dunia fana ini termasuk kemenangan, kesuksesan dan kejayaan. Semua akan sirna pada saatnya. Kita bisa meraih kemenangan tapi mempertahankannya adalah mustahil.

Selasa, 21 Juni 2011

PASTI SANGAT BERUNTUNG JIKA TETAP SEHAT MERAIH DAN MENIKMATI KESUKSESAN

Ada pula yang menyangkal, “Tidak ada keberuntungan dalam kesuksesan”. Yakin 100% kesuksesan karena kemampuan dan kerja keras dirinya.

Memiliki keyakinan kuat akan kemampuan diri untuk berhasil tentu dianjurkan tapi apa kita tahu yang akan terjadi besok ? PASTI SANGAT BERUNTUNG jika kita tetap sehat meraih dan menikmati kesuksesan.

Senin, 20 Juni 2011

KEBERUNTUNGAN ADALAH KARENA TUHAN

Ada orang yang telah sukses mengatakan, “Keberuntungan adalah bertemunya kesempatan dan kemampuan”. Mungkin terlalu percaya diri, dia menganggap keberuntungan semata karena kemampuan dirinya dan kesempatan yang dicarinya. Dia lupa sampai sekarang dalam kondisi sehat dan mendapatkan kesempatan karena apa ? Tiada lain Tuhan.

KEBERUNTUNGAN ADALAH KETIKA TUHAN MENGHENDAKI SEGALA DOA DAN USAHA KITA TERWUJUD.

Rabu, 15 Juni 2011

INGAT TUHAN KALA SUSAH LALU LUPA KETIKA SENANG

Kala sedang kesusahan biasanya orang rajin berdoa dan berbuat beberapa kebaikan, yang paling sering bersedekah, dengan harapan Tuhan akan segera membantu hidupnya. Ketika kemudian kehidupannya membaik, dia mulai lupa berdoa dan berbuat baik malah menyombongkan diri keberhasilannya semata karena kerja keras dirinya, lalu semakin serakah.

Ingatlah Tuhan dalam susah dan senang !