KEBAHAGIAAN AKAN LEBIH LENGKAP DENGAN BERBAGI KEBAHAGIAAN KEPADA SEMUA ORANG ... MARI BERBAGI !
Senin, 09 Juli 2012
MEMUPUK DAN MEMELIHARA CINTA TIDAKLAH SEMUDAH JATUH CINTA
Sabtu, 05 November 2011
MENGAPA TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU ?
Jumat, 04 November 2011
BUKAN SIBUK MEMBAHAS SALAH ATAU BENAR TAPI LEBIH BAIK MENCARI SOLUSI
Selasa, 01 November 2011
BUKAN TAK ADA WAKTU TAPI TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU
Jumat, 12 Agustus 2011
SALING MEMAAFKAN PENYELESAIAN TERBAIK KESALAHPAHAMAN
Si A seorang wanita berpenampilan biasa saja yang suka berdandan akan menanggapinya dengan senang hati dan menganggapnya sebagai pujian lalu merespon dengan tingkah laku yang lebih bersahabat.
Si B berpenampilan memang cantik dan sudah sering mendapat pujian seperti itu, akan menanggapi dan merespon biasa saja karena menganggapnya sebagai rayuan banyak pria kepadanya.
Wanita ketiga si C berpenampilan kurang menarik, akan merasa tidak senang, bahkan dianggapnya sebagai hinaan atau olok-olok. Dia marah dan pergi.
Ilustrasi itu hanya melihat sedikit faktor dari sangat banyak faktor yang mempengaruhi pikiran dan tingkah laku seseorang. Faktor yang belum dilihat seperti kedekatan hubungan antara si pria dan wanita, suasana lingkungan, latar belakang kehidupan, topik pembicaraan, cara berbicara dan banyak lagi.
Semua faktor tersebut yang membuat suatu aksi menimbulkan banyak reaksi yang berlainan. Sepatah kalimat pujian bisa dianggap hinaan, demikian juga sebaliknya suatu hinaan bisa ditanggapi sebagai sebuah dorongan. Sebuah niat baik bisa ditanggapi tidak baik dan masih banyak lagi contoh lainnya.
Ketika suatu aksi menimbulkan reaksi yang tidak sesuai harapan, terjadilah kesalahpahaman yang disebabkan oleh faktor-faktor yang diuraikan di atas. Kita sulit untuk memperhitungkan faktor-faktor tersebut. Akibatnya sering terjadi salah paham. Sesuatu yang kita sampaikan ditanggapi berbeda dari yang diharapkan. Kesalahpahaman ini tentu terjadi secara tidak sengaja dan banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Kesalahpahaman jelas menimbulkan masalah, dari ringan sampai berat. Masalahnya adalah satu pihak merasa pihak lain melakukan kesalahan terhadap dirinya dan salah satu atau kedua belah pihak belum tahu kalau hal itu terjadi karena kesalahpahaman. Salah satu pihak tanpa sadar dan tanpa sengaja melakukan kesalahan.
Kesalahpahaman ini justru paling banyak terjadi dalam hubungan keluarga. Antara suami - istri, orang tua – anak, antar saudara, menantu – mertua dan kakek/nenek – cucu. Kedekatan hubungan, intensitas bertemu dan berinteraksi menyebabkan komunikasi kurang terkontrol. Merasa masih satu keluarga, masing-masing anggotanya kurang peduli dengan tata cara dan tata krama berkomunikasi.
Sebagai contoh kecil. Seorang suami sebagai kepala keluarga merasa wajar dan berhak membentak dan menghardik istri dan anaknya. Bentakan dan hardikan ini sesungguhnya bertujuan dan bermaksud baik, mungkin bagi si suami untuk kedisiplinan. Tanpa disadari sang ayah, “maksud baik ini” telah melukai perasaan buah hatinya sendiri. Lebih parah lagi istri dan anaknya takut atau segan atau tidak mau mengatakan terus terang perasaannya yang terluka. Kalaupun mau mengatakannya, sang ayah tidak mau mendengarkan atau mendengar tapi tak peduli. Bisa dibayangkan jika kesalahpahaman antara “maksud baik ayah” dengan perasaan terluka istri dan anak ini berlangsung bertahun-tahun.
Kalau saja sang ayah tahu tata cara dan tata krama berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain. Lalu istri dan anak dapat melakukan komunikasi dengan baik, mengungkapkan bahwa mereka merasa terluka dan tidak nyaman atas perlakuan ayahnya. Kesalahpahaman dalam hubungan keluarga bisa dikurangi seminimal mungkin.
Salah satu tata cara dan tata krama berkomunikasi yang terpenting adalah memohon dan memberi maaf secara tulus. Kesalahpahaman adalah kesalahan yang terjadi tanpa sengaja dan tanpa disadari. Kesalahan seperti ini sangat patut untuk saling memaafkan.
Rabu, 10 Agustus 2011
KESALAHPAHAMAN JUSTRU BANYAK TERJADI DALAM KELUARGA
Rabu, 25 Mei 2011
MASA DEPAN KELUARGA PENTING TAPI LEBIH PENTING KASIH SAYANG HARI INI
Kamis, 21 April 2011
PERANAN WANITA UNTUK TUJUAN YANG MULIA
Rabu, 20 April 2011
HANYA 1 ORANG KEPALA RUMAH TANGGA
Kamis, 10 Februari 2011
PERAN ORANG TUA SEKALIGUS SAHABAT BAGI ANAK
Selasa, 08 Februari 2011
KELUARGA ADALAH SAHABAT TERBAIK
Senin, 24 Januari 2011
BUATLAH SUKSES SETIAP HARI
Selasa, 11 Januari 2011
KASIH SAYANG BUKAN SEKEDAR MEMBERIKAN MATERI
Orang tua yang keduanya sibuk berkarir biasanya menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya dengan memenuhi semua kebutuhan materi dan memberikan apapun barang yang diminta anaknya.
Sadarilah perhatian dan kasih sayang bukanlah sekedar materi semata tapi kuantitas, sering dan banyaknya waktu bertemu dan kontak fisik dengan keluarga sangatlah berperan penting.
Rabu, 22 Desember 2010
KUANTITAS BERSAMA KELUARGA MEMPENGARUHI KUALITAS
Di kota-kota besar banyak para ibu yang berperan ganda sebagai wanita karir yang tentu sangat sibuk bekerja sehingga hanya sedikit waktu untuk keluarga. Mereka umumnya punya alasan klasik, “Yang penting kualitas pertemuan dengan keluarga, bukan kuantitas”.
Sadarilah ! kuantitas, sering dan banyaknya waktu bersama keluarga sangat mempengaruhi kualitas hubungan emosional antara ibu, ayah dan terutama anak.
Selasa, 21 Desember 2010
SANG IBU PATRIOTIK SEJATI
Senin, 20 Desember 2010
SANG IBU SEJATI
Tidak sedikit di antara kita meremehkan profesi Ibu Rumah Tangga. Suatu profesi tanpa imbalan materi, mengikhlaskan, mendedikasikan, mengabdikan seluruh hidupnya bagi keluarga. Sang ibu yang selalu ada ketika suami dan anak-anak membutuhkannya. Hanya ibu yang senantiasa peduli dan perhatian kepada orang-orang tercinta.
Rasanya tiada profesi seikhlas dan semulia Ibu Rumah Tangga.
SANG IBU SEJATI.
Sabtu, 23 Oktober 2010
APAKAH ORANG TUA TUNGGAL DAPAT SEBAHAGIA KELUARGA UTUH ?
Di jaman modern seperti sekarang cukup banyak terjadi keretakan sebuah keluarga yang mengakibatkan adanya istilah orang tua tunggal, seorang ayah mengasuh dan membesarkan anak seorang diri tanpa ada seorang ibu, demikian pula sebaliknya.
Apakah orang tua tunggal seperti ini dapat menggantikan kasih sayang dan kebahagiaan sebuah keluarga utuh ???
Sekedar renungan akhir pekan.
Jumat, 22 Oktober 2010
KELUARGA IBARAT 1 TUBUH
Keluarga ibarat 1 tubuh yang saling terkait dan melengkapi, ketika kepala terasa gatal, tangan membantu menggaruknya dan sebaliknya kepala memimpin tangan untuk melakukan sesuatu. Jika 1 bagian sakit, seluruh tubuh merasakannya, jika kepala tidak berfungsi normal, seluruh tubuh akan tidak normal.
Satukanlah keluarga menjadi satu tubuh yang sehat dan bahagia.
