Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juli 2012

MEMUPUK DAN MEMELIHARA CINTA TIDAKLAH SEMUDAH JATUH CINTA


memupuk dan memelihara cinta tidaklah semudah jatuh cinta
Pasti banyak di antara kita begitu mudah jatuh cinta. Kebanyakan jatuh cinta karena penampilan yang rupawan atau karena kebaikan hati dan bisa juga gabungan diantara keduanya, baik dan rupawan. 

Di lain sisi kita melihat atau mungkin mengalami sendiri, pasangan yang telah menikah beberapa tahun kemudian pecah berantakan dan berpisah. Dari jatuh cinta lalu memutuskan menikah, setelah itu tak tahu atau lupa bagaimana memupuk dan memelihara cinta sehingga akhirnya berpisah. Banyak juga yang tidak berpisah tapi mungkin tak ada lagi cinta, yang ada barangkali hanyalah suami istri formalitas dengan alasan demi anak-anak

MEMUPUK DAN MEMELIHARA CINTA 
MEMANG TAK SEMUDAH JATUH CINTA

Sabtu, 05 November 2011

MENGAPA TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU ?


Benarkah kita sibuk bekerja, tak ada waktu bagi keluarga, berbuat kebaikan dan sejenisnya ? 
Ataukah kita memang tak mau menyediakan waktu ? 
Bukankah kita yang mengelola waktu dan bukan sebaliknya ? 
Bukankah waktu berlaku sama setiap orang, 24 jam sehari ? 
Tak ada waktu ataukah tak mau menyediakan waktu ? 
Mengapa kita tak mau menyediakan waktu ? 

Sekedar renungan akhir pekan tanpa kesibukan.

Jumat, 04 November 2011

BUKAN SIBUK MEMBAHAS SALAH ATAU BENAR TAPI LEBIH BAIK MENCARI SOLUSI


Ada yang bertanya, “Saya jarang bertemu keluarga karena saya harus mencari nafkah di daerah lain. Saya sibuk bekerja apapun yang bisa dilakukan dari subuh sampai malam hari dan hasilnya hanya cukup untuk kami makan sehari-hari. Apakah saya salah kalau jarang bertemu keluarga karena sibuk mencari makan bagi keluarga saya ?” 

Rasanya kurang bijaksana untuk mengatakan salah atau benar dalam kasus seperti ini. Akan lebih baik kita mencari solusi. Karena data yang kita dapat sangat minim atas masalah ini, tentu ada banyak pilihan solusi. Pertama mengapa tidak mencari nafkah di daerah asal ? Mengapa keluarga tidak ikut merantau ? Sampai kepada solusi mengapa tidak mengembangkan keterampilan lain ? Dan lain sebagainya. 

Dalam menghadapi kehidupan, kadang akan lebih bijak bukan sibuk membahas salah atau benar, lebih baik mencari solusi atas masalah tersebut.

Selasa, 01 November 2011

BUKAN TAK ADA WAKTU TAPI TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU


Mungkin cukup banyak di antara kita yang telah berkeluarga, jarang menyediakan waktu bagi keluarga karena alasan kesibukan pekerjaan. Dan kita sibuk bekerja, justru untuk membahagiakan keluarga, sebagai wujud kasih sayang dan tanggung jawab kepada keluarga. Kira-kira seperti itu argumen yang umum kita sampaikan. 

Kisah ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar dan baca menjadi ide cerita di film, sinetron, novel dan sebagainya. Sudah sangat banyak artikel dan acara di media massa yang membahas masalah tersebut. 

Dalam forum ini, hanya pertanyaan sederhana yang ingin diajukan, mengapa ketika kita masih berpacaran, selalu  menyediakan waktu bagi kekasih walau kita sesibuk apapun ? Setelah menikah mengapa semakin jarang ada waktu dengan alasan sibuk ? Bagi sebagian yang mungkin memiliki P/WIL (Pria/Wanita Idaman Lain) mengapa selalu menyediakan waktu dalam kesibukan pekerjaan ? 

Kesibukan bukan alasan yang tepat jika jarang bersama keluarga. Kita bukan tak ada waktu tapi TAK MAU MENYEDIAKAN WAKTU.

Jumat, 12 Agustus 2011

SALING MEMAAFKAN PENYELESAIAN TERBAIK KESALAHPAHAMAN

Sebaris kalimat yang kita ucapkan atau tuliskan, bisa ditanggapi dan direspon berbeda oleh setiap orang. Misalkan seorang pria mengucapkan, “Anda cantik” kepada 3 orang wanita di waktu dan tempat berlainan. Katakanlah ketiga wanita tersebut bernama A, B dan C.

Si A seorang wanita berpenampilan biasa saja yang suka berdandan akan menanggapinya dengan senang hati dan menganggapnya sebagai pujian lalu merespon dengan tingkah laku yang lebih bersahabat.

Si B berpenampilan memang cantik dan sudah sering mendapat pujian seperti itu, akan menanggapi dan merespon biasa saja karena menganggapnya sebagai rayuan banyak pria kepadanya.

Wanita ketiga si C berpenampilan kurang menarik, akan merasa tidak senang, bahkan dianggapnya sebagai hinaan atau olok-olok. Dia marah dan pergi.

Ilustrasi itu hanya melihat sedikit faktor dari sangat banyak faktor yang mempengaruhi pikiran dan tingkah laku seseorang. Faktor yang belum dilihat seperti kedekatan hubungan antara si pria dan wanita, suasana lingkungan, latar belakang kehidupan, topik pembicaraan, cara berbicara dan banyak lagi.

Semua faktor tersebut yang membuat suatu aksi menimbulkan banyak reaksi yang berlainan. Sepatah kalimat pujian bisa dianggap hinaan, demikian juga sebaliknya suatu hinaan bisa ditanggapi sebagai sebuah dorongan. Sebuah niat baik bisa ditanggapi tidak baik dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Ketika suatu aksi menimbulkan reaksi yang tidak sesuai harapan, terjadilah kesalahpahaman yang disebabkan oleh faktor-faktor yang diuraikan di atas. Kita sulit untuk memperhitungkan faktor-faktor tersebut. Akibatnya sering terjadi salah paham. Sesuatu yang kita sampaikan ditanggapi berbeda dari yang diharapkan. Kesalahpahaman ini tentu terjadi secara tidak sengaja dan banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kesalahpahaman jelas menimbulkan masalah, dari ringan sampai berat. Masalahnya adalah satu pihak merasa pihak lain melakukan kesalahan terhadap dirinya dan salah satu atau kedua belah pihak belum tahu kalau hal itu terjadi karena kesalahpahaman. Salah satu pihak tanpa sadar dan tanpa sengaja melakukan kesalahan.

Kesalahpahaman ini justru paling banyak terjadi dalam hubungan keluarga. Antara suami - istri, orang tua – anak, antar saudara, menantu – mertua dan kakek/nenek – cucu. Kedekatan hubungan, intensitas bertemu dan berinteraksi menyebabkan komunikasi kurang terkontrol. Merasa masih satu keluarga, masing-masing anggotanya kurang peduli dengan tata cara dan tata krama berkomunikasi.

Sebagai contoh kecil. Seorang suami sebagai kepala keluarga merasa wajar dan berhak membentak dan menghardik istri dan anaknya. Bentakan dan hardikan ini sesungguhnya bertujuan dan bermaksud baik, mungkin bagi si suami untuk kedisiplinan. Tanpa disadari sang ayah, “maksud baik ini” telah melukai perasaan buah hatinya sendiri. Lebih parah lagi istri dan anaknya takut atau segan atau tidak mau mengatakan terus terang perasaannya yang terluka. Kalaupun mau mengatakannya, sang ayah tidak mau mendengarkan atau mendengar tapi tak peduli. Bisa dibayangkan jika kesalahpahaman antara “maksud baik ayah” dengan perasaan terluka istri dan anak ini berlangsung bertahun-tahun.

Kalau saja sang ayah tahu tata cara dan tata krama berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain. Lalu istri dan anak dapat melakukan komunikasi dengan baik, mengungkapkan bahwa mereka merasa terluka dan tidak nyaman atas perlakuan ayahnya. Kesalahpahaman dalam hubungan keluarga bisa dikurangi seminimal mungkin.

Salah satu tata cara dan tata krama berkomunikasi yang terpenting adalah memohon dan memberi maaf secara tulus. Kesalahpahaman adalah kesalahan yang terjadi tanpa sengaja dan tanpa disadari. Kesalahan seperti ini sangat patut untuk saling memaafkan.

Rabu, 10 Agustus 2011

KESALAHPAHAMAN JUSTRU BANYAK TERJADI DALAM KELUARGA

Diakui atau tidak, kesalahpahaman justru banyak terjadi dalam keluarga. Antara suami - istri, orang tua – anak, antar saudara, menantu – mertua dan kakek/nenek – cucu. Barangkali karena kedekatan hubungan, sering bertemu dan berinteraksi, lupa atau tidak peduli dengan waktu, tempat, emosi dan tata krama antar anggota keluarga. Untuk mengatasinya, keluargalah pihak pertama dan utama yang wajib saling memaafkan.

Rabu, 25 Mei 2011

MASA DEPAN KELUARGA PENTING TAPI LEBIH PENTING KASIH SAYANG HARI INI

Sebagian besar orang harus bekerja dan berkarya terutama bagi masa depan keluarga. Memberikan banyak waktu untuk menghadapi masa depan itu penting. Namun jangan melupakan menyediakan cukup waktu hari ini untuk keluarga.

Masa depan keluarga itu penting tapi lebih penting memberikan kasih sayang kepada keluarga hari ini, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.

Kamis, 21 April 2011

PERANAN WANITA UNTUK TUJUAN YANG MULIA

Ada wanita yang menomorsatukan keluarga dan ada wanita yang menomorsatukan karir. Apapun pilihan yang diambil tidak akan mengurangi derajat wanita selama pilihan itu tidak semata untuk kepentingan diri sendiri melainkan untuk tujuan yang lebih mulia, membina keluarga bahagia demi anak-anak yang lebih berkualitas atau berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup orang banyak.

Selamat Hari Kartini Wanita Indonesia.

Rabu, 20 April 2011

HANYA 1 ORANG KEPALA RUMAH TANGGA

Dalam sebuah organisasi apapun pasti tidak akan berjalan dengan baik apabila ada lebih dari 1 orang yang memimpin. Harus ada 1 orang yang berwenang mengambil keputusan. Demikian pula sebuah rumah tangga, harus ada 1 orang yang diakui sebagai kepala rumah tangga yang berhak mengambil keputusan dengan pertimbangan saran dari pasangannya. Tak mungkin suami dan istri mengambil keputusan sendiri-sendiri meski sederajat.

Kamis, 10 Februari 2011

PERAN ORANG TUA SEKALIGUS SAHABAT BAGI ANAK

Orang tua yang tidak mau bersahabat dengan putra-putrinya, biasanya anak akan menjadi introvert, tertutup dan kurang berinisiatif. Ayah ibu yang “terlalu” bersahabat, kurang berperan sebagai orang tua bagi putra-putrinya, umumnya anak akan menjadi “berani”, kurang menghargai orang tuanya.

Ayah ibu yang baik akan tahu kapan harus berperan sebagai orang tua dan kapan sebagai sahabat bagi anak-anaknya.

Selasa, 08 Februari 2011

KELUARGA ADALAH SAHABAT TERBAIK

Semestinya keluarga menjadi sahabat terbaik dalam hidup kita. Kalau keluarga tidak menjadi sahabat terbaik, tentu ada sesuatu yang salah dalam keluarga kita. Cobalah untuk memperbaiki hubungan di antara keluarga dengan berperan sebagai sahabat yang sejajar saling hormat-menghormati dan pasti harus saling menyayangi.

Senin, 24 Januari 2011

BUATLAH SUKSES SETIAP HARI

Kadang kita merasa begitu sulit untuk meraih kesuksesan besar. Cobalah untuk merasa sukses dengan hal-hal kecil. Semisal ketika bangun pagi dalam keadaan sehat artinya kita telah sukses menjaga kesehatan. Ketika makan bersama keluarga, kita telah sukses menafkahi keluarga. Ketika pulang kerja, sukses telah selamat sampai di rumah. Rayakanlah semua itu dengan bersyukur. Hasilnya kita merasa sukses setiap hari.

Selasa, 11 Januari 2011

KASIH SAYANG BUKAN SEKEDAR MEMBERIKAN MATERI

Orang tua yang keduanya sibuk berkarir biasanya menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya dengan memenuhi semua kebutuhan materi dan memberikan apapun barang yang diminta anaknya.

Sadarilah perhatian dan kasih sayang bukanlah sekedar materi semata tapi kuantitas, sering dan banyaknya waktu bertemu dan kontak fisik dengan keluarga sangatlah berperan penting.

Rabu, 22 Desember 2010

KUANTITAS BERSAMA KELUARGA MEMPENGARUHI KUALITAS

Di kota-kota besar banyak para ibu yang berperan ganda sebagai wanita karir yang tentu sangat sibuk bekerja sehingga hanya sedikit waktu untuk keluarga. Mereka umumnya punya alasan klasik, “Yang penting kualitas pertemuan dengan keluarga, bukan kuantitas”.

Sadarilah ! kuantitas, sering dan banyaknya waktu bersama keluarga sangat mempengaruhi kualitas hubungan emosional antara ibu, ayah dan terutama anak.

Selasa, 21 Desember 2010

SANG IBU PATRIOTIK SEJATI

Cukup banyak seorang ibu karena tuntutan keadaan dan kondisi ekonomi terpaksa harus bekerja keras mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Tanpa kenal lelah dan tidak banyak mengeluh sang ibu mencari rupiah.

Namun bukan rupiah, gengsi apalagi karir yang menjadi tujuannya, semata-mata cinta kasih seorang ibu kepada keluarga. Kasih ibu yang mendorongnya berjuang demi keluarga, layak disebut SANG IBU PATRIOTIK SEJATI.

Senin, 20 Desember 2010

SANG IBU SEJATI

Tidak sedikit di antara kita meremehkan profesi Ibu Rumah Tangga. Suatu profesi tanpa imbalan materi, mengikhlaskan, mendedikasikan, mengabdikan seluruh hidupnya bagi keluarga. Sang ibu yang selalu ada ketika suami dan anak-anak membutuhkannya. Hanya ibu yang senantiasa peduli dan perhatian kepada orang-orang tercinta.

Rasanya tiada profesi seikhlas dan semulia Ibu Rumah Tangga.

SANG IBU SEJATI.

Sabtu, 23 Oktober 2010

APAKAH ORANG TUA TUNGGAL DAPAT SEBAHAGIA KELUARGA UTUH ?

Di jaman modern seperti sekarang cukup banyak terjadi keretakan sebuah keluarga yang mengakibatkan adanya istilah orang tua tunggal, seorang ayah mengasuh dan membesarkan anak seorang diri tanpa ada seorang ibu, demikian pula sebaliknya.


Apakah orang tua tunggal seperti ini dapat menggantikan kasih sayang dan kebahagiaan sebuah keluarga utuh ???


Sekedar renungan akhir pekan.

Jumat, 22 Oktober 2010

KELUARGA IBARAT 1 TUBUH

Keluarga ibarat 1 tubuh yang saling terkait dan melengkapi, ketika kepala terasa gatal, tangan membantu menggaruknya dan sebaliknya kepala memimpin tangan untuk melakukan sesuatu. Jika 1 bagian sakit, seluruh tubuh merasakannya, jika kepala tidak berfungsi normal, seluruh tubuh akan tidak normal.


Satukanlah keluarga menjadi satu tubuh yang sehat dan bahagia.

Kamis, 21 Oktober 2010

PELABUHAN KASIH SAYANG DAN KEBAHAGIAAN

Ketika semua teman tidak lagi peduli dan meninggalkan kita, ketika tidak ada lagi tempat yang menerima kita, keluarga adalah pilihan terakhir yang mau menerima dan peduli kepada kita seburuk apapun keadaan atau kesalahan kita selama mau memperbaikinya.
Keluarga adalah pelabuhan kasih sayang dan kebahagiaan.

Rabu, 20 Oktober 2010

KELUARGA ADALAH TEMPAT PALING MEMBAHAGIAKAN

Keluarga adalah sebuah tempat paling membahagiakan di dunia. Ketika keluarga tidak lagi menjadi tempat yang membahagiakan, tidak ada lagi tempat sebahagia keluarga, yang ada hanya tempat kesenangan, kegembiraan atau kebahagiaan semu sebagai tempat pelarian dari ketidakbahagiaan.