Tampilkan postingan dengan label malas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2011

JIKA HANYA MENUNGGU KEBERUNTUNGAN ITU MEMBOSANKAN !

Ada juga di antara kita yang selalu mengharapkan keberuntungan tanpa usaha yang kongkrit. Mungkin dia berdoa dan membantu orang lain seperti bersedekah, semata untuk “merayu” Tuhan agar diberikan keberuntungan.

Kita semua pasti tidak tahu keberuntungan kita tapi apa indahnya hidup jika kita hanya bermalasan menunggu keberuntungan ? Menunggu adalah kegiatan yang menjemukan dan membosankan.

Sabtu, 27 November 2010

MENGAPA MALAS ?

Kita pasti tidak senang dibilang malas, bahkan seorang pemalas sekalipun. Tapi dalam kenyataan sehari-hari kita sering merasa malas. Pernahkah kita bertanya, “Kenapa saya merasa malas ? Apa penyebabnya ? Apa akibatnya kalau saya terus sering merasa malas ? Tidakkah saya menyia-nyiakan karunia Tuhan ?”.

Semoga kita tidak malas untuk merenungkan kehidupan, minimal di akhir pekan.

Jumat, 26 November 2010

MALAS KARENA MERASA TAK ADA MASA DEPAN

“Saya malas karena tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Berbuat ini salah, mengerjakan itu salah, usaha ini gagal dan bekerja itu gagal. Saya merasa tidak punya masa depan”.

Kita tahu mendung tidak selalu akan hujan dan cerah belum tentu akan panas. Percayakan, serahkan dan ikhlaskan masa depan kepada Sang Pemilik Kehidupan. Bersyukurlah masih diberi kesempatan untuk MELAKUKAN APAPUN YANG KITA BISA SEKARANG !!!

Kamis, 25 November 2010

MALAS MENJAGA KEHORMATAN

Ada juga orang yang sangat malas bahkan malas untuk menjaga kehormatan dan harga dirinya dengan mengemis. Si pengemis beralasan lebih baik mengemis daripada mencopet. Si pencopet beralasan lebih baik mencopet daripada merampok. Si perampok beralasan lebih baik merampok orang kaya daripada korupsi milyaran uang rakyat. Si koruptor merasa lebih terhormat daripada mereka semua.

Mana yang benar ? Siapa yang terhormat ?

Rabu, 24 November 2010

TIDAK ADA MASA DEPAN BAIK BAGI PEMALAS

Ada orang yang begitu malas sampai membuat kopi untuk diri sendiri malas, kalau bekerja banyak mengeluh atau selalu diserahkan ke orang lain, maunya terus bersantai dan bermalasan.

Percayalah jika tidak mau berubah, tidak ada masa depan yang baik bagi orang seperti ini, kalaupun kebetulan dapat rejeki berlimpah, pasti dengan cepat akan habis.

Selasa, 23 November 2010

MENGHALALKAN SEGALA CARA KARENA MALAS

Tentu tidak sedikit dari kita yang malas bekerja giat, kalau bisa sedikit bekerja tapi dengan hasil materi yang besar. Ada yang beralasan ingin menerapkan prinsip ekonomi, “Biaya minimal tapi laba maksimal”.

Mungkin tidak salah jika penerapannya tidak menghalalkan segala cara seperti pelajar banyak menyontek sekedar mengejar nilai, bekerja mencari peluang untuk korupsi, prostitusi menjamur, narkoba dan banyak lagi.

Senin, 22 November 2010

MALAS BENTUK NYATA TIDAK BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Malas adalah “penyakit” yang paling sering menghinggapi kita, diakui atau tidak. Tentu saja masih batas normal jika terjadi di waktu libur, luang, istirahat atau sesekali saja. Tapi kalau bermalas-malasan setiap hari pasti akan merugikan kita sendiri.

Malas juga bentuk nyata tidak bersyukur kepada Yang Maha Kuasa.

Kalau kita bersyukur masih diberi kesehatan, akal dan pikiran maka janganlah bermalasan.

Sabtu, 06 November 2010

MALASKAH KITA MENGGUNAKAN KEPANDAIAN ?

Pernahkah mendengar anekdot, otak orang Indonesia jarang dipakai ? Mungkinkah ada kebenarannya ? Mungkinkah kita sesungguhnya lebih pandai dari anggapan kita sekarang ? Apakah kita malas menggunakan kepandaian otak kita ? Kalau benar, mengapa demikian ???

Mari kita pergunakan dan buktikan kepandaian otak kita dengan renungan akhir pekan ini.

Senin, 04 Oktober 2010

BERSYUKUR DALAM SIKAP DAN TINDAKAN

Ada diantara kita yang bertanya, kalau kita selalu bersyukur dan ikhlas, apakah kita pasrah begitu saja sehingga tidak memotivasi kita untuk maju ?

Harus disadari bahwa ikhlas dan bersyukur tidak hanya di bibir tapi dalam sikap dan tindakan. Apakah kita bersyukur jika bermalas-malasan, tidak mau bekerja-keras ?

Kita bersyukur dalam kondisi sehat karena itu bekerjalah dengan rajin dan ulet untuk maju.

Kamis, 02 September 2010

TAK ADA ALASAN MENGEMIS

TAK ADA ALASAN APAPUN YANG DAPAT MEMBENARKAN MENGEMIS KECUALI KARENA MALAS DAN TIDAK MAU BERUSAHA.

Selasa, 31 Agustus 2010

MENJERUMUSKAN KE JURANG KEMALASAN

Memberi sedikit uang secara ikhlas kepada orang lain tentu tidak salah, namun sadarkah bahwa memberi sedikit uang kepada pengemis, kita telah MENJERUMUSKANNYA KE JURANG KEMALASAN YANG DALAM. Berilah bantuan kepada orang yang telah mau berusaha keras bekerja dengan jujur tapi belum beruntung.

Senin, 30 Agustus 2010

MENGEMIS ADALAH BENTUK KEMALASAN

Mengemis apapun caranya adalah bentuk kemalasan, mengharapkan uang hanya dari belas kasihan, bukan dari bekerja. Seorang yang cacat sekalipun dapat bekerja menghidupi keluarganya bahkan tidak sedikit yang berprestasi. Mengemis adalah ciri kemalasan, tidak memiliki rasa malu dan harga diri bahkan tidak menghormati Sang Pencipta yang telah memberinya akal budi sebagai modal utama untuk menafkahi dirinya.