Mungkin sebuah renungan yang cukup rumit di akhir pekan.
KEBAHAGIAAN AKAN LEBIH LENGKAP DENGAN BERBAGI KEBAHAGIAAN KEPADA SEMUA ORANG ... MARI BERBAGI !
Sabtu, 27 Agustus 2011
SUMBANGAN CENDERUNG DISELEWENGKAN KARENA MENYANGKUT UANG DAN HARTA ?
Mungkin sebuah renungan yang cukup rumit di akhir pekan.
Kamis, 25 November 2010
MALAS MENJAGA KEHORMATAN
Ada juga orang yang sangat malas bahkan malas untuk menjaga kehormatan dan harga dirinya dengan mengemis. Si pengemis beralasan lebih baik mengemis daripada mencopet. Si pencopet beralasan lebih baik mencopet daripada merampok. Si perampok beralasan lebih baik merampok orang kaya daripada korupsi milyaran uang rakyat. Si koruptor merasa lebih terhormat daripada mereka semua.
Mana yang benar ? Siapa yang terhormat ?
Sabtu, 04 September 2010
BERAPA PENDAPATAN PENGEMIS?
Pernahkah kita iseng menaksir pendapatan seorang pengemis? Jika belum cobalah kita berasumsi, rata-rata ada 10 orang memberikan Rp. 1000,- setiap jam kepada seorang pengemis, hitunglah berapa yang didapatkan dalam 1 hari kalau beroperasi 8 jam, kalikan 30 hari untuk hasil sebulan. Jauh di atas UMR (Upah Minimum Regional)
Kamis, 02 September 2010
TAK ADA ALASAN MENGEMIS
TAK
Selasa, 31 Agustus 2010
MENJERUMUSKAN KE JURANG KEMALASAN
Memberi sedikit uang secara ikhlas kepada orang lain tentu tidak salah, namun sadarkah bahwa memberi sedikit uang kepada pengemis, kita telah MENJERUMUSKANNYA KE JURANG KEMALASAN YANG DALAM. Berilah bantuan kepada orang yang telah mau berusaha keras bekerja dengan jujur tapi belum beruntung.
Senin, 30 Agustus 2010
MENGEMIS ADALAH BENTUK KEMALASAN
Mengemis apapun caranya adalah bentuk kemalasan, mengharapkan uang hanya dari belas kasihan, bukan dari bekerja. Seorang yang cacat sekalipun dapat bekerja menghidupi keluarganya bahkan tidak sedikit yang berprestasi. Mengemis adalah ciri kemalasan, tidak memiliki rasa malu dan harga diri bahkan tidak menghormati Sang Pencipta yang telah memberinya akal budi sebagai modal utama untuk menafkahi dirinya.
Sabtu, 24 Juli 2010
BAIKKAH BERSEDEKAH KEPADA PENGEMIS?
Renungan di akhir pekan yang bahagia : “Di kota-kota besar