Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harapan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

KITA YANG SERING TAK PEDULI DAN MENINGGALKAN TUHAN

Pergi tak peduli meninggalkan Tuhan
Pasti tidak semua keinginan dan harapan kita terwujud. Tapi ada sebagian orang yang menuntut harus terwujud. Ketika 1 atau 2 tuntutan keinginan itu tak jua terkabul, mulai merasa bahwa Tuhan telah pergi meninggalkannya. Dia menganggap Tuhan tidak peduli kepada dirinya. 

Pertanyaannya, siapa sebenarnya yang pergi dan tak peduli ? Apakah Tuhan adalah budak yang harus mengabulkan semua permintaan kita ? 

Tuhan selalu ada bersama kita dalam keadaan apapun. Dia tak pernah sedetikpun meninggalkan kita. Kita sendiri yang seringkali tak peduli dan meninggalkanNya dengan alasan Tuhan tidak pernah mengabulkan permintaan kita.

Sabtu, 14 April 2012

MENDENGAR UCAPAN MANA YANG LEBIH DISUKAI ?

Dari ucapan-ucapan di bawah ini, manakah yang lebih anda suka mendengarnya dari orang lain ?

Saat anda sedang sakit :
  1. Semoga lekas sembuh.
  2. Saya percaya anda pasti sembuh.
Ketika karir anda meningkat :
  1. Semoga makin sukses.
  2. Saya percaya anda bisa lebih sukses.
Dalam pernikahan :
  1. Semoga berbahagia
  2. Saya percaya anda pasti berbahagia.
Menghadapi masalah berat atau bencana :
  1. Semoga sabar dan tabah.
  2. Saya percaya anda dapat menjalani ini semua dengan sabar dan tabah.
Dari pilihan A dan B mana yang lebih meyakinkan anda ?

Jumat, 13 April 2012

BASA-BASI UCAPAN “SEMOGA”

Sebagai ungkapan harapan kita umumnya mengucapkan semoga, misalnya : semoga berbahagia, semoga lekas sembuh, semoga sukses dan sebagainya. Belakangan ini ucapan tersebut seringkali hanya basa-basi pergaulan saja tanpa disertai keyakinan. 

Memiliki harapan tentu suatu keharusan namun kita juga harus punya keyakinan. Dengan penuh keyakinan tanpa basa-basi cobalah ubah kata “semoga” menjadi “saya percaya”. Ucapan “semoga berbahagia” menjadi “saya percaya anda pasti berbahagia”, “semoga lekas sembuh” digantikan “saya percaya anda pasti sembuh” dan seterusnya. Itulah harapan dan keyakinan kita. Soal nanti terkabulkan atau tidak, biarlah menjadi Kuasa Tuhan.

Rabu, 14 Desember 2011

STRESS DAN CINTA KASIH


Cara mengatasi stress selain dengan ikhlas dan bersyukur kepada Maha Kuasa adalah dengan cinta. Dukungan dan kepercayaan dari orang-orang dekat sangat penting ketika mengalami stress. Tanpa kasih sayang dari orang-orang disekeliling kita akan merasakan stress berkepanjangan bahkan bisa semakin terpuruk.

Cinta Kasih adalah :
Secercah cahaya kala dalam kegelapan
Seteguk air kala dalam kekeringan
Segenggam makanan kala dalam kelaparan
Sebuah harapan kala dalam keterpurukan

Sabtu, 12 November 2011

DIMANAKAH KEDAMAIAN ?


Kita sebagai manusia tentu memiliki kebutuhan, keinginan dan harapan. Manakala kita tidak bisa mengendalikan keinginan dan harapan yang tidak sesuai kenyataan, timbullah berbagai masalah yang membuat pikiran dan hati kita menjadi kalut dan gelisah. Dalam kondisi ini kita mencari dan membutuhkan kedamaian untuk menenangkan pikiran dan hati kita. 

Lalu kita bertanya,”Dimanakah kedamaian ?”, “Adakah kedamaian ?”, “Apakah dalam kedamaian saya akan menemukan kebahagiaan ?”. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kita harus bertanya lagi kepada diri sendiri, “Apa yang menyebabkan pikiran dan hati kita tidak tenang dan damai ?”, “Apakah banyak kenyataan hidup yang tidak sesuai keinginan dan harapan kita ?” “Apakah kita harus menyalahkan orang lain, lingkungan, keadaan atau diri sendiri yang akan membuat kita semakin gelisah ?”, “Mengapa kita tidak mengikhlaskan semua persoalan dan hidup kita kepada Sang Maha Damai ?”.

Sekedar renungan akhir pekan dalam kedamaian.

Jumat, 14 Oktober 2011

MENYIKAPI PENYAKIT YANG TAK TERSEMBUHKAN

Bagaimana kalau kita menderita penyakit yang tak tersembuhkan, seperti HIV/AIDS dan sebagainya ? 

Kita punya beberapa pilihan. Pertama mungkin mengakhiri hidup kita sendiri sekarang. Pertanyaannya, benarkah tidak ada harapan sama sekali ? Bisa jadi besok atau lusa akan ditemukan obatnya. Tidak mustahil pula Tuhan berkenan memberikan keajaiban. Mengapa tidak ? Semua bisa terjadi atas kehendakNya. 

Pilihan kedua setiap hari hanya meratapi nasib, nyaris tak melakukan apapun, seperti hanya menunggu hukuman mati. Mengapa kita menyia-nyiakan sisa hidup kita yang berharga ? Bukankah setiap manusia yang sehat kelak juga pasti akan mati ? 

Pilihan yang paling bijak adalah berusahalah hidup senormal dan sebaik mungkin. Ikhlaslah menerima penyakit kita. Bersyukurlah kita masih diberi kesempatan hidup untuk memperbaiki kesalahan kita dengan berbuat lebih banyak kebaikan kepada masyarakat. Dan yang terpenting, sekecil apapun harapan akan selalu ada selama kita masih hidup dan berusaha.

Jumat, 30 September 2011

KETIKA IMPIAN BERUBAH MENJADI MIMPI BURUK


Kita sebagai manusia pasti memiliki banyak impian. Ada yang memiliki impian mendapatkan pasangan seorang putri atau pangeran nan rupawan. Ada yang bermimpi menjadi seorang Presiden. Tak sedikit yang berfantasi terbang ke luar angkasa. Banyak juga yang impiannya sederhana saja, memiliki sebuah rumah yang cukup nyaman bagi keluarganya yang bahagia.

Karena ada dalam pikiran kita sendiri, bukan di dunia nyata, impian itu bebas tak terbatas. Dari impian irasional yang mustahil dapat diwujudkan sampai impian rasional yang lebih mudah terwujud. Impian irasional biasanya berupa khayalan-khayalan bagai di negeri dongeng yang tak ditemukan di dunia nyata. Bagi sebagian orang khayalan di pikirannya mungkin sebagai hiburan semata untuk sejenak melupakan dunia nyata. Bagi sebagian lagi, khayalan ini sangat penting karena berguna dalam profesinya, seperti seniman, novelis, sineas dan sebagainya.

Tentu tak semua orang suka berkhayal seperti itu. Mereka lebih suka membumi. Impian mereka rasional, dapat diwujudkan secara nyata. Berbeda dengan impian irasional yang tak terbatas oleh ruang dan waktu, impian rasional biasanya terbatas di masa yang akan datang di suatu tempat yang paling masuk akal didiami manusia.

Impian rasional adalah suatu keinginan manusia di masa depan yang mungkin dapat diwujudkan. Impian ini bisa berupa tujuan jangka panjang seperti cita-cita atau harapan-harapan besar dan tujuan jangka pendek yang bisa disebut harapan kecil.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut kita tentu harus melakukan berbagai tindakan nyata yang konsisten. Tindakan dan pekerjaan yang kita lakukan itu sudah pasti tidak singkat dan tidak mudah. Membutuhkan serangkaian proses yang panjang berliku-liku, naik turun bahkan jatuh bangun.

Dalam proses ini kita mengalami susah, senang, sedih, semangat, suka dan duka. Seandainya lebih banyak suka tentu tak banyak masalah bagi kita. Bagaimana kalau ternyata lebih banyak duka ? Sedangkan dalam kehidupan nyata umumnya kita mungkin lebih banyak merasa mengalami duka daripada suka. Jika kita kurang bijak dalam menyikapi, menghadapi dan mengatasinya maka impian yang indah bisa berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan.

Agar impian indah tidak menjadi mimpi buruk melainkan menjadi kenyataan yang membahagiakan, apapun proses yang kita alami suka duka, jatuh bangun atau naik turun nikmatilah dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan kepada Sang Pencipta dan Pemilik Kehidupan. Proses yang kita lakukan ini berhasil atau tidak, tergantung dari cara kita memandang dan menilainya.

Contoh sederhana misalkan kita sekarang berada di Jakarta dan memiliki impian pergi ke Bali. Untuk mewujudkan impian itu, tindakan pertama tentu memilih transportasi yang akan digunakan. Ada pesawat terbang, bis, kereta api, mobil, sepeda motor, sepeda dan berjalan kaki. Kalau cukup memiliki uang kita pilih pesawat terbang. Pilihan ini bukan ingin bersombong ria, contoh transportasi lain kalau ditulis di sini bisa sangat panjang. Bisa jadi sebuah buku kisah suka-duka sebuah perjalanan.

Pesawat terbang proses perjalanannya memang relatif lebih cepat, mudah dan nyaman daripada pilihan transportasi yang lain. Tapi benarkah sangat mudah ? Ketika memesan tiket bisa saja kita kehabisan. Sudah dapat tiket berada di bandara mungkin saja mendadak penerbangan ditunda atau malah dibatalkan. Berhasil naik ke pesawat ternyata duduk di sebelah orang yang mabuk udara. Dalam perjalanan terbang sangat mungkin pesawat mengalami gangguan cuaca atau teknis. Bisa dibayangkan jika kita tidak menyikapi, menghadapi dan mengatasi semua keadaan buruk itu dengan bijak. Impian kita ke Bali berubah menjadi mimpi buruk yang menyebalkan bahkan mengerikan.

Kalau kita bijak. Ketika kehabisan tiket atau penerbangan ditunda, ikhlaskan saja siapa tahu Tuhan memang menghendaki kita menunda perjalanan karena kita belum benar-benar siap. Mungkin ada yang lupa terbawa atau barangkali perlu lebih mematangkan rencana. Kalau benar seperti itu syukurilah. Waktu duduk bersebelahan dengan orang yang mabuk udara, Ikhlaslah dan bersyukurlah Tuhan memberi kesempatan kita untuk membantu teman baru kita tersebut. Alih-alih tanpa diduga ternyata setelah ditolong, teman sebelah kita ini mau membantu akomodasi kita selama di Bali. Luar biasa bukan ? Pada saat pesawat mengalami gangguan cuaca atau teknis, Ikhlaskan sepenuhnya semua hidup mati kita kepadaNya. Bisa saja sebelum berangkat kita lupa kepada Tuhan. Lupa berdoa. Dalam situasi ini kita seperti diingatkan dengan keras agar tidak melupakan Kuasa Tuhan. Bersyukurlah Tuhan masih berkenan mengingatkan kita.

Sebelum sampai ke Bali, sebelum impian kita terwujud. Sebenarnya kita telah mendapatkan pengalaman yang luar biasa dalam proses menuju impian itu. Dilihat dari sudut pandang spiritual kita telah berhasil. Berhasil menemukan Keagungan Tuhan. Tentu pengalaman ini sangat membahagiakan.

Rabu, 28 September 2011

KENYATAAN HIDUP LEBIH SERING TAK SEINDAH IMPIAN

Impian itu selalu indah dan kenyataan hidup lebih sering tak seindah impian kita. Itulah sebabnya banyak di antara kita berusaha lari dari kenyataan dengan berbagai cara dari yang ringan, misalnya selalu berkata “Semua akan indah pada waktunya”. Sampai yang berat, seperti menggunakan narkoba atau malah hidup di dunia impiannya sendiri alias gangguan jiwa. Dan yang terberat tentu saja lari dari kenyataan dengan mengakhiri hidupnya sendiri

Seburuk apapun kenyataan hidup hadapilah dengan ikhlas dan bersyukurlah kita masih diberi kesempatan untuk mewujudkan impian-impian kita yang rasional, itulah harapan.

Senin, 26 September 2011

IKHLAS DAN BERSYUKUR DALAM MENGGAPAI IMPIAN

Kita semua pasti punya impian. Ada yang memang sekedar bermimpi dan ada yang berusaha diwujudkan. Impian yang mungkin dapat diwujudkan adalah harapan. Harapan yang berusaha dicapai adalah cita-cita. Cita-cita dijabarkan dalam tujuan-tujuan. Tujuan hanya dapat diraih dengan melakukan berbagai tindakan. 

Jadi silakan bermimpi, kalau ingin diwujudkan, lakukan tindakan nyata. Kelihatannya sederhana tapi prosesnya panjang dan berliku. Nikmati apapun prosesnya dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan kepada Maha Kuasa.

Sabtu, 28 Mei 2011

APAKAH ESOK LEBIH PENTING DARI HARI INI ?

Harapan untuk lebih baik di masa datang, membuat kita bersemangat hidup. Lalu apakah esok lebih penting dari hari ini sehingga seringkali kita lupa mensyukurinya ? Mengapa kita semata-mata terfokus pada harapan di hari esok yang belum nyata, sementara hari ini yang nyata kita jalani, dilewati begitu saja tanpa rasa syukur ?

Sekedar renungan penuh syukur hari ini di akhir pekan.

Selasa, 05 April 2011

ALASAN UNTUK IKHLAS MENJALANI KEHIDUPAN

“Apa alasan kita harus ikhlas menjalani kehidupan ?”. Ikhlas artinya menerima sepenuh hati apapun kehendak Maha Kuasa atas hidup kita karena memang Beliaulah Pencipta dan Pemilik kehidupan. Kita boleh berharapan, berencana, berdoa dan berusaha namun segala yang terjadi adalah atas KehendakNya. Jika kita tidak ikhlas, tidak mau menerima kenyataan hidup, kita akan stres, depresi, gangguan jiwa dan bahkan bunuh diri.

Sabtu, 08 Januari 2011

MENGAPA TIDAK SEMUA HARAPAN KITA TERWUJUD ?

Kemungkinan besar tanpa disadari kita sering bertanya, “Mengapa hidup ini selalu tidak sesuai harapan saya ?”. Lalu bahkan ada yang lebih ekstrim, “Mengapa hidup ini tidak adil ?”.

Cobalah kita bertanya diri sendiri, “Siapa saya ? Mengapa saya berani mau mendikte Sang Pencipta Kehidupan untuk menuruti semua harapan saya ?”.

Sekedar renungan di akhir pekan pertama tahun 2011.

Jumat, 07 Januari 2011

FOKUSLAH PADA HARAPAN KECIL

Harapan kecil adalah tujuan yang relatif lebih mudah dicapai. Harapan besar adalah cita-cita yang relatif lebih sulit dicapai. Tentu sangat baik memiliki harapan-harapan besar, namun sebaiknya fokuslah pada harapan-harapan kecil yang lebih mudah dicapai agar kita tetap bersemangat hidup. Jika hanya berfokus pada harapan besar lalu ternyata tidak tercapai, kita akan mudah patah semangat.

FOKUSLAH PADA HARAPAN KECIL.

Kamis, 06 Januari 2011

BERUSAHALAH MEWUJUDKAN HARAPAN


TAK ‘KAN PERNAH ADA HARAPAN BAGI ORANG YANG TAK MAU BERUSAHA.
Wujudkan harapan

Kita semua walau mungkin kecil pasti punya keyakinan akan adanya harapan, kalau tidak, anda pasti tidak membaca tulisan ini. Keyakinan ini penting sebagai pendorong semangat hidup, tapi keyakinan saja tanpa berusaha akan menjadi harapan kosong tanpa pernah terwujud.

TAK ‘KAN PERNAH ADA HARAPAN BAGI ORANG YANG TAK MAU BERUSAHA.

Rabu, 05 Januari 2011

KEYAKINAN AKAN ADA HARAPAN

Ketika secara logika kita merasa tidak memiliki harapan, ada satu hal penting yang harus kita miliki, KEYAKINAN akan adanya harapan. Secara logika kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti tapi kita punya KEYAKINAN akan adanya harapan cerah dalam mendung yang gelap, akan adanya harapan tanah subur setelah hujan deras. YAKINLAH AKAN SELALU ADA HARAPAN !

Selasa, 04 Januari 2011

JANGAN PUTUS HARAPAN

Di tahun baru kita selalu banyak harapan, dari yang sederhana sampai harapan besar. Harapan dalam hidup kita bagaikan bahan bakar di kendaraan bermotor. Selama bahan bakar itu ada, kendaraan akan terus berjalan. Semakin bagus kualitas bahan bakar, makin baik mesin berputar. Jika kualitas bahan bakar buruk atau bahkan habis, mesin bisa rusak dan mati.

Sekecil apapun harus ada harapan.

JANGAN PERNAH PUTUS HARAPAN !

Rabu, 13 Oktober 2010

HARAPAN ORANG TUA YANG TELAH TIADA

Ketika orang tua lebih dulu meninggalkan kita selamanya, banyak kenangan indah terbayang yang mungkin dulu jarang kita ingat. Kebanyakan dari kita, orang tua lah yang paling memperhatikan kita lebih dari siapapun yang mungkin juga tidak kita sadari, semua itu membuat kita semakin sedih.

Kesedihan wajar selama tidak berkepanjangan dan yang terbaik adalah tidak mengecewakan harapan orang tua yang mencintai kita.

Jumat, 23 Juli 2010

JUJUR DIANGGAP ANEH

Dari kecil kita selalu diajarkan bersikap jujur baik kata maupun perbuatan tapi setelah dewasa ketika kita bersikap jujur, seringkali kita dianggap naif, lugu, kampungan bahkan dianggap aneh bagaikan makhluk dari planet lain. Agaknya kini kejujuran hanya menjadi harapan tapi sangat langka dalam kenyataan. 

Sabtu, 10 Juli 2010

TUHAN TIDAK MENINGGALKAN KITA

1 hal yang paling menyakitkan dari kegagalan adalah semua orang menjauhi dan meninggalkan kita, terutama bagi yang kehilangan seluruh harta akibat kegagalan itu. Dalam keadaan seperti itu, HANYA TUHAN yang tidak meninggalkan kita, kecuali kita sendiri yang meninggalkan Nya. Serahkan dan pasrahkan hidupmu kepada Yang Maha Kuasa lalu berupaya bangkit kembali menggapai HARAPAN SEBERAPAPUN KECILNYA PASTI ADA.