Tampilkan postingan dengan label jujur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jujur. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

HINDARI ALASAN KESIBUKAN

Kita pasti pernah diminta kesediaan waktu oleh seseorang, entah untuk menghadiri acaranya atau dia membutuhkan sedikit pertolongan kita dan sejenisnya. Lalu dengan mudah kita jawab, “Maaf, saya sibuk, tidak ada waktu”. Sebuah penolakan dengan alasan klasik, kesibukan. Jawaban itu memang hak kita sepenuhnya yang tidak dapat dipaksakan. 

Kesibukan adalah masalah prioritas pembagian waktu. Semua orang memiliki waktu yang sama 24 jam sehari. Ketika kita mengatakan tak ada waktu kepada seseorang sebenarnya kita tidak menempatkannya dalam prioritas teratas. Dengan kata lain, kita tidak menganggap penting orang tersebut. 

Cobalah hindari jawaban menggunakan alasan kesibukan. Jawablah dengan jujur tapi tetap menghargai orang lain.  Di antaranya mungkin seperti ini, “Saya pasti berusaha menyanggupi tapi anda pasti memaklumi kalau ternyata hidup kadang tak sesuai rencana”. Jawaban yang lebih panjang tapi lebih jujur, sopan dan bijak.

Sabtu, 30 April 2011

MENGAPA TIDAK PERCAYA KEPADA ORANG DEKAT ?

Kita pasti ingin orang lain percaya kepada kita. Lalu mengapa kita sering tidak percaya kepada orang lain terutama orang dekat seperti suami, istri, anak, orang tua, saudara dan sahabat ? Kalau ada yang membuat kita ragu, kurang percaya, mengapa tidak membicarakannya secara jujur penuh cinta kasih, tanpa menuduh dan amarah ?

Sekedar renungan akhir pekan untuk saling percaya.

Jumat, 29 April 2011

KEPERCAYAAN ADALAH PRINSIP KEHORMATAN DAN HARGA DIRI

Mungkin cukup banyak di antara kita yang berusaha untuk jujur dan dapat dipercaya. Namun kenyataannya kadang tetap dicurigai dan kurang dipercaya, entah karena penampilan kita, kondisi ekonomi dan sebagainya. Sehingga tak sedikit juga yang akhirnya berbuat kurang jujur.

Kepercayaan dan kejujuran bukan karena penilaian orang lain tapi prinsip kehormatan dan harga diri kita sebagai manusia.

Sabtu, 19 Maret 2011

MENGAPA BERBOHONG MENYUKAI KEJUJURAN ?

Mungkin berbohong telah menjadi bahasa pergaulan sehari-hari yang dianggap sopan dan lumrah. Meskipun sering menimbulkan kejengkelan dan kebingungan tapi bahasa yang dianggap halus dengan mencari alasan yang bukan sejujurnya itulah yang diterima dan disukai banyak orang.

Lalu mengapa kita lebih suka membohongi dan dibohongi ? Mengapa pula kita berbohong bahwa kita suka kejujuran ?

Jujur sekedar renungan akhir pekan.

Senin, 14 Maret 2011

BOHONG PANGKAL KEKACAUAN DAN KERUMITAN

Diakui atau tidak, berbohong rasanya sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Dari bohong kecil-kecilan sampai besar-besaran termasuk juga kini sering disebut sebagai kebohongan publik. Kebohongan apapun namanya, tetaplah bohong, tidak benar dan tidak jujur yang berakibat menjadi tidak jelas dan tidak semestinya yang pada akhirnya menimbulkan kekacauan dan kerumitan.

Bohong bisa menjadi kekacauan dan kerumitan.

Jumat, 29 Oktober 2010

KEKHAWATIRAN TERBESAR UMAT MANUSIA

Kekhawatiran terbesar kehidupan umat manusia adalah semakin sulit ditemukannya kebaikan, kejujuran, cinta kasih dan keyakinan kepada Sang Pencipta yang bisa menjadi tanda-tanda kehancuran peradaban manusia.

Selasa, 31 Agustus 2010

MENJERUMUSKAN KE JURANG KEMALASAN

Memberi sedikit uang secara ikhlas kepada orang lain tentu tidak salah, namun sadarkah bahwa memberi sedikit uang kepada pengemis, kita telah MENJERUMUSKANNYA KE JURANG KEMALASAN YANG DALAM. Berilah bantuan kepada orang yang telah mau berusaha keras bekerja dengan jujur tapi belum beruntung.

Rabu, 04 Agustus 2010

BERKOMUNIKASI YANG MENJUNJUNG KEBENARAN DAN KEJUJURAN

Kemampuan berkomunikasi adalah salah 1 kunci keberhasilan. Namun kemampuan komunikasi tanpa menjunjung kejujuran dan kebenaran akan menghasilkan keberhasilan semu yang berdiri di atas lumpur kemunafikan dan ketidakjujuran.

Jumat, 23 Juli 2010

HARUS JUJUR ATAU TIDAK JUJUR ?

Renungan kita : “Apakah kita harus jujur terbuka mengungkapkan dengan baik pendapat dan perasaan kita kepada pasangan dan sahabat kita agar semua persoalan menjadi jelas tapi mungkin dengan resiko tidak diterima bahkan bisa tersinggung, ataukah lebih baik tidak terbuka dengan alasan menjaga perasaan ???

KETIDAKJUJURAN DEMI KEBAIKAN BANYAK ORANG

Kejujuran absolut, 100% selalu jujur dalam hidup adalah mustahil. Seorang yang bijaksana akan selalu mengutamakan kejujuran namun dia tahu dengan berbagai pertimbangan demi kebaikan dan kebahagiaan banyak orang, kadang ketidakjujuran menjadi pilihan yang bijak.

INDAHNYA KEJUJURAN

Sebagian (besar?) dari kita mungkin menganggap ketidakjujuran sebagai bagian dari cara hidup, bagian dari pergaulan atau bagian dari pekerjaan yang lumrah adanya. Percayalah pada suatu saat kita akan merasa ada sesuatu yang kurang … yaitu indahnya kejujuran, bagaikan mendambakan indahnya cinta kasih. 

JUJUR ITU MEMBAHAGIAKAN

Mengapa kita sering menuntut kejujuran dari orang lain sementara kita sendiri sering berkata dan berbuat tidak jujur ? Jika kita tidak suka orang lain tidak jujur kepada kita .... maka kita juga jangan tidak jujur kepada orang lain. Jujur itu membahagiakan karena kita tidak ada beban.

BERSIKAP JUJUR MEMBUAT TENANG DAN NYAMAN

Mungkin ada benarnya kejujuran hanya milik anak-anak, itulah sebabnya mereka begitu polos, lugu, selalu ceria dan tanpa beban. Bagi kita orang dewasa mungkin kejujuran mutlak tidak ada karena dalam kondisi dan situasi tertentu ketidakjujuran diperlukan untuk kebaikan bersama, namun setidaknya sering bersikap jujur membuat kita tenang dan nyaman karena tanpa beban.

JUJUR DIANGGAP ANEH

Dari kecil kita selalu diajarkan bersikap jujur baik kata maupun perbuatan tapi setelah dewasa ketika kita bersikap jujur, seringkali kita dianggap naif, lugu, kampungan bahkan dianggap aneh bagaikan makhluk dari planet lain. Agaknya kini kejujuran hanya menjadi harapan tapi sangat langka dalam kenyataan. 

Selasa, 20 Juli 2010

SUKSESKAH JIKA KITA KARYAWAN BIASA ?

Renungan kita: "menurut anda dapatkah dikatakan sukses jika kita bekerja sebagai karyawan biasa yang jujur dengan gaji rata-rata, memiliki rumah sederhana di pinggir kota sebagai tempat berkumpul keluarga penuh kasih dan ceria, dengan senang hati membantu dan menyumbangkan pikiran dan tenaga secara tulus untuk kebahagiaan warga sekitar dan orang banyak ???"