Tampilkan postingan dengan label kalah menang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalah menang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 April 2012

MENGAPA TIDAK MELAKUKAN YANG TERBAIK MENJADI MANUSIA BAIK ?

Dalam sebuah kompetisi, semua peserta pasti ingin menang, ingin menjadi yang terbaik. 
Kenyataannya berapa orang yang menjadi pemenang pertama sebagai yang terbaik ? 
Apa mungkin semua menjadi yang terbaik ? 
Apakah yang kalah tidak melakukan yang terbaik ? 

Cobalah hubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari, apakah mungkin kita semua menjadi yang terbaik
Apakah kita semua bisa menjadi manusia yang baik
Menjadi terbaik atau tidak, mengapa kita tidak melakukan yang terbaik sekarang untuk menjadi manusia yang baik ? 

Sekedar renungan akhir pekan dalam upaya terbaik menjadi manusia yang baik.

Rabu, 05 Oktober 2011

PENGUMUMAN PEMENANG HADIAH CINDERAMATA

Dengan penuh kebahagiaan kami mengumumkan pemenang hadiah cinderamata sebuah "Card Reader All in One" dalam rangka Ramadhan, Idul Fitri dan Hari Kemerdekaan Indonesia di Forum Berbagi Kebahagiaan Facebook adalah :

Sahabat yang berbahagia BANGUN SUGITO.

Bahagiawan ini yang paling sering memberikan komentar dan berbagi (sharing) dalam Forum di Facebook tersebut.

Mohon kepada sahabat Bangun Sugito agar menghubungi kami melalui alamat email : berbagikebahagiaan@gmail.com dengan melampirkan nama asli atau lengkap dan alamat jelas tempat tinggal anda. 

Kami akan menanggung biaya pengiriman untuk wilayah Jawa dan Bali.

Kami mengucapkan selamat kepada pemenang dan semoga tetap selalu Berbagi Kebahagiaan kepada banyak orang bagi Kebahagiaan kita sendiri dan semua orang. Terima kasih dan salam bahagia selalu.




Sabtu, 09 Juli 2011

ADAKAH MENANG JIKA TAK ADA KALAH ?

Adakah menang jika tak ada kalah ? Adakah manis jika tak ada pahit ? Adakah putih jika tiada hitam ? Adakah kita merasakan indahnya menang jika tak pernah kalah ? Mengapa kita tidak menyadari kalah dan menang adalah warna yang memperindah kehidupan ?

Sekedar renungan akhir pekan dalam kalah maupun menang.

Jumat, 08 Juli 2011

MUSTAHIL MEMPERTAHANKAN KEMENANGAN ATAU KESUKSESAN

Banyak yang mengatakan,”Mempertahankan kemenangan atau kesuksesan jauh lebih sulit daripada meraihnya”. Sesungguhnya bukan sulit tapi mustahil. Tidak ada yang abadi di dunia fana ini termasuk kemenangan, kesuksesan dan kejayaan. Semua akan sirna pada saatnya. Kita bisa meraih kemenangan tapi mempertahankannya adalah mustahil.

Kamis, 07 Juli 2011

KEMENANGAN DAN KEKALAHAN TERBESAR DALAM HIDUP

Setiap manusia pasti memiliki sifat baik dan buruk dalam dirinya.

Kemenangan terbesar dalam hidup adalah ketika sifat baik kita berhasil mengalahkan sifat buruk.

Kekalahan terbesar manakala sifat buruk berjaya menaklukkan sifat baik dalam diri kita.

Selasa, 05 Juli 2011

MENGALAH UNTUK MENANG

“Mengalah untuk menang”. Barangkali ungkapan yang cukup sering terdengar. Kalau berpikir negatif, kita mengartikan akan melakukan kecurangan. Jika positif, kita mengalah dalam kondisi, situasi dan waktu tertentu demi tujuan kebaikan yang lebih besar. Mengalah belum tentu kalah dan memenangi belum tentu menang.

Senin, 04 Juli 2011

KALAH ATAU MENANG TERGANTUNG SUDUT PANDANG DAN KRITERIA KITA SENDIRI

Kita mungkin lebih sering merasa kalah daripada menang. Baik di ajang kompetisi formal seperti olahraga, seni dan sebagainya, maupun dalam kompetisi kehidupan, kalah kaya, kalah rupawan, kalah sukses dan banyak lagi. Kalah menang adalah bagian dari warna kehidupan. Sesungguhnya kalah atau menang, diri kita sendiri yang jadi juri, penilaian dari sudut pandang apa dan kriteria bagaimana yang dipakai.

Sabtu, 10 Juli 2010

MENGIKHLASKAN KEGAGALAN

Sedari kecil kita selalu diajari untuk menang, harus sukses. Jarang sekali kita diajari untuk menerima kekalahan dan kegagalan, akibatnya ketika hal buruk itu datang kita sering tidak siap, bahkan bisa stres, putus asa dan depresi. Mulai sekarang kita harus belajar mengikhlaskan bahkan mensyukuri kekalahan dan kegagalan.

MENERIMA KEKALAHAN

Menang atau kalah adalah 2 pilihan absolut yang tak dapat ditolak. Jika menang kita akan menerimanya dengan sukacita tapi seringkali kita sangat sulit menerima kekalahan, nyatanya yang kalah lebih banyak dari yang menang. Kalah adalah kenyataan yang harus diterima dengan ikhlas, sesungguhnya di balik kekalahan ada banyak hikmah lain yang harus kita syukuri.

YANG KALAH BERPERAN BESAR

Menang dan kalah pasti ada dalam olahraga tapi sadarkah anda lebih banyak yang kalah daripada menang. Namun tahukah anda yang kalah itu berperan besar bagi yang menang dan seluruh permainan termasuk penonton.

MENANG & KALAH WARNA INDAH KEHIDUPAN

Dari 32 tim yang berlaga di Piala Dunia tentu hanya ada 1 yang sukses menjadi Juara Dunia Sepak Bola dan ada …. 31 tim ! yang kalah dalam permainan itu ….. tapi sesungguhnya seluruh tim 32 negara itu telah sukses memberikan warna indah kehidupan kepada ratusan juta bahkan mungkin milyaran orang di seluruh dunia.

INTI DARI KEHIDUPAN

Dalam olah raga kemenangan menjadi tujuan, tapi inti dari sebuah permainan adalah bagaimana bermain secara sportif, adil dan baik. Demikian juga inti dari kehidupan adalah bagaimana kita menjalani hidup dengan adil dan baik, tidak merugikan siapapun, bukan semata-mata mencapai kesuksesan dengan menghalalkan segala cara.

KEINDAHAN HIDUP

Dalam Sepak Bola, gol adalah ukuran kemenangan tapi keindahan permainan itu bukan hanya dari banyaknya gol. Keindahannya terlihat dari seni bagaimana bermain mengolah bola dengan baik untuk mencetak gol. Demikian pula dengan hidup kita, kesuksesan mungkin jadi ukuran kehidupan tapi itu bukanlah segalanya. Keindahan hidup terletak pada bagaimana kita menjalani kehidupan dengan baik untuk mencapai tujuan mulia.

Jumat, 09 Juli 2010

KISAH ATLET YANG TETAP BAHAGIA WALAU KALAH

Di suatu perlombaan atletik lari cepat tingkat Internasional, ada 10 atlet yang mengikuti lomba. Setelah perlombaan berakhir ada 1 peserta yang menempati urutan ke 7 mencapai garis finish justru tetap tersenyum menyalami seluruh peserta, official dan melambaikan tangan kepada seluruh penonton. Sementara 6 peserta lainnya terduduk lesu menyesali kekalahannya.

Seorang wartawan tertarik dengan atlet yang berada di rangking 7 tersebut. Dia mewawancarai sang atlet : “Mengapa anda terlihat tetap gembira padahal medali perunggu saja tidak dapat anda raih ?” Sang atlet menjawab sambil tersenyum : “1 hal saya memang tidak dapat medali tetapi dalam banyak hal saya bahagia karena saya berlari lebih cepat dari 3 orang atlet lainnya. Saya bahagia karena tidak banyak orang yang dikaruniai kecepatan berlari seperti saya hingga saya dapat mengikuti perlombaan Internasional ini, bahkan andapun tidak dapat berlari seperti saya. Saya bahagia karena talenta ini saya dapat mengunjungi dan melihat negeri lain yang dapat menambah wawasan dan pengalaman saya. Dan yang paling membahagiakan adalah ketika sampai garis finish saya dalam keadaan sehat walafiat, tidak mengalami keseleo atau cedera yang lainnya. Jadi mengapa saya harus bersedih karena 1 hal sementara banyak hal lainnya yang membahagiakan saya ?”

……. Sang wartawan terdiam sejenak lalu naluri untuk bertanya kembali bergolak : “Apakah anda tidak membohongi diri sendiri ? dan pernyataan anda hanya upaya untuk menutupi kekalahan anda ?” Sang atlet tertawa lalu tersenyum sambil berkata lembut : “Saya dapat memahami dan memaklumi pikiran anda. Tapi coba anda putar ulang rekaman pernyataan saya tadi dan simak dengan baik. Semua yang saya ungkapkan adalah fakta adanya dan tidak terbantahkan. Apakah anda menyangkal bahwa saya mengalahkan 3 orang atlet ? Apakah anda menyangkal bahwa banyak orang yang tidak dapat berlari secepat saya ? Apakah anda tidak bahagia jika dapat bepergian ke luar negeri dengan gratis ? Apakah anda tidak bersyukur jika anda dalam keadaan sehat walafiat ? Justru kalau saya bersedih saya telah membohongi diri saya sendiri.

Saya bahagia, saya dapat melihat semua fakta secara utuh. Sedangkan anda melihat fakta sepotong-sepotong dan seringkali yang dilihat adalah fakta negatif. Saya bahagia kalau anda dapat melihat seluruh fakta itu dan ikut berbahagia dengan saya. Apakah salah jika saya bahagia dan andapun bahagia ?”