Tampilkan postingan dengan label kuasa Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuasa Tuhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

BASA-BASI UCAPAN “SEMOGA”

Sebagai ungkapan harapan kita umumnya mengucapkan semoga, misalnya : semoga berbahagia, semoga lekas sembuh, semoga sukses dan sebagainya. Belakangan ini ucapan tersebut seringkali hanya basa-basi pergaulan saja tanpa disertai keyakinan. 

Memiliki harapan tentu suatu keharusan namun kita juga harus punya keyakinan. Dengan penuh keyakinan tanpa basa-basi cobalah ubah kata “semoga” menjadi “saya percaya”. Ucapan “semoga berbahagia” menjadi “saya percaya anda pasti berbahagia”, “semoga lekas sembuh” digantikan “saya percaya anda pasti sembuh” dan seterusnya. Itulah harapan dan keyakinan kita. Soal nanti terkabulkan atau tidak, biarlah menjadi Kuasa Tuhan.

Kamis, 07 April 2011

IKHLAS ADALAH MENERIMA KUASA TUHAN, BUKAN MANUSIA

Alasan lain untuk tidak ikhlas, “Apakah kita harus ikhlas jika ada orang yang jahat kepada kita ?”. Ikhlas adalah menerima kekuasaan Tuhan, bukan menerima kesewenang-wenangan orang. Kita harus berjuang melawan perbuatan orang, bahkan presiden dan raja sekalipun yang lalim. Tapi kita mustahil dan tidak berhak untuk melawan kekuasaan Tuhan.

Peranan manusia bisa diubah, kuasa Tuhan absolut.