Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

MENGAPA BINGUNG DAN GALAU MENJALANI HIDUP ?

Apa tujuan hidup kita saat ini ? 
Yakinkah dengan tujuan hidup itu ? 
Atau ada kebimbangan, keraguan, kegalauan atau kebingungan ? 
Sehingga terpikir pertanyaan, “Apa yang saya cari dalam hidup saya ini ?” 
Apakah mencari cita-cita yang belum terwujud atau kekayaan, kesuksesan, kekuasaan, kepopuleran, kesenangan, ketentraman ataukah kebahagiaan ? 
Bingung lagi dengan banyaknya pilihan ? 

Sekedar renungan akhir pekan untuk meyakini tujuan hidup kita.

Jumat, 04 Mei 2012

HILANGNYA KEYAKINAN KARENA KEBIMBANGAN DAN KEGALAUAN

Jika ada yang bertanya, “Apa yang kita cari dalam hidup ini?”, mungkin ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. 

Barangkali hilangnya keyakinan. Walau sebenarnya tidak hilang karena apa yang dicari ada dalam dirinya. Hanya manusia sering bimbang, galau, linglung dan bingung. Mungkin seperti seorang tua yang menggunakan kacamata tapi pikun dan linglung bertanya, “Dimana kacamata saya ?”. 

Rabu, 02 Mei 2012

APA YANG DICARI DALAM HIDUP INI ?

“Apa yang dicari dalam hidup ini ?”, sebuah pertanyaan yang sering ditemukan di media jejaring sosial dan kehidupan sehari-hari. Kita mungkin salah seorang yang mempertanyakannya.

Kalau kita cermati pertanyaan tersebut bukanlah pertanyaan yang sesungguhnya. Lebih kepada perasaan kebingungan atau bahasa yang kini sedang populer adalah kegalauan.

Sedari kecil kita telah diarahkan atau dibimbing oleh orang tua kira-kira akan kemana kita setelah dewasa. Ini yang sering disebut dengan cita-cita. Ada yang ingin menjadi dokter, insinyur, arsitek, tak sedikit pula yang bercita-cita menjadi presiden dan tentu masih banyak lagi lainnya.

Pada masa remaja dan kuliah mulai timbul kegamangan karena seringkali pendidikan kita tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan dulu. Kalaupun ada kesesuaian masih ada sedikit keraguan, apakah benar jalan yang diambil?

Kegamangan dan keraguan ini mulai membiaskan cita-cita kita. Dari mau menjadi dokter berubah menjadi ingin kaya raya. Cita-cita presiden berubah pikiran menjadi berusaha untuk sukses. Cita-cita yang tadinya spesifik melebar lebih umum, ingin menjadi orang sukses dan kaya raya.

Dalam perjalanan menggapai sukses dan kaya raya ternyata tidak mudah, banyak halangan dan kesulitan. Begitu beratnya jalan yang harus ditempuh lalu membuat kita bingung atau galau, sampai terlontar pertanyaan di atas, “Apa yang dicari dalam hidup ini ?”.

Sebenarnya kita tahu apa yang dicari, yaitu cita-cita kita. Tapi karena untuk menggapai cita-cita tidaklah mudah, kita menjadi bingung dan galau. Kenapa begitu sulit mencapainya ? Kemudian agar lebih mudah tercapai kita memperlebar tujuan hidup menjadi orang sukses atau kaya raya, kalau bisa kedua-duanya sekaligus. Ternyata masih sulit juga sehingga timbullah kebingungan dan kegalauan.

Kita pasti tak akan bingung dan galau kalau kita tahu, untuk apa kita bercita-cita. Kenapa ingin sukses dan kaya ? Apa kita tahu ? Banyak yang tidak tahu.

Banyak yang tidak tahu ? Apakah rahasia ? Sama sekali bukan rahasia. Hanya banyak diantara kita yang tidak tahu apa tujuan hidup sebenarnya. Kita ingin menggapai cita-cita, kesuksesan dan kekayaan, tak lain tak bukan karena kita ingin kebahagiaan.

Mengejar cita-cita, kesuksesan dan kekayaan kita tahu tidak gampang dan kalaupun terwujud memang bisa menambah kebahagiaan tapi belum tentu membuat kita bahagia. Sedangkan kebahagiaan itu sendiri sebenarnya jauh lebih mudah dirasakan karena tidak bergantung kepada cita-cita, sukses dan harta berlimpah. Kebahagiaan itu ada dalam pikiran dan hati kita sendiri sehingga tidak perlu dicari dan dikejar. Cukup diupayakan dengan selalu ikhlas dan mensyukuri kehidupan kita. Ya sederhana saja, ikhlas dan bersyukur. Tapi tentu saja bukan hanya di mulut melainkan melebur dalam pikiran dan hati kita.

Kalau kita tahu tujuan hidup kita adalah kebahagiaan, bukan kesuksesan dan kekayaan. Lalu upayakanlah dengan senantiasa ikhlas dan bersyukur dalam sikap dan perbuatan kita. Niscaya tak akan ada kebingungan atau kegalauan sehingga tidak ada lagi pertanyaan absurd,“Apa yang dicari dalam hidup ini?”.

KITA BUKAN MENCARI TAPI MENJALANI DAN MENGUPAYAKAN KEHIDUPAN YANG BAHAGIA, TIDAK HANYA BUAT DIRI SENDIRI MELAINKAN ORANG BANYAK.

Senin, 30 April 2012

PEGANG 1 KEYAKINAN KUAT KETIKA MENGALAMI KEGALAUAN


Banyak orang merasa galau, bingung, merasa tak bahagia dan bertanya, “Apa yang dicari dalam hidup ini ?”. 

Dalam kegalauan itu ada yang apatis, nyaris tak melakukan apapun karena bingung. Ada yang mencari banyak informasi dan nasehat dari para pemuka agama, para motivator, media massa, dari internet seperti membaca blog ini dan lain sebagainya namun tetap bebal dengan konsepnya sendiri. Dan tentu banyak reaksi lainnya. 

Jika kita mengalami ketidakbahagiaan ini yang terpenting yang harus dilakukan adalah kita harus meyakini 1 hal, misalnya 1 konsep tentang kebahagiaan hidup seperti yang disarankan di blog ini. Pahami benar lalu lakukan.

Jumat, 27 April 2012

LAKUKAN APAPUN YANG TERBAIK SEKARANG


Sebaiknya kita tidak terfokus kepada hasil terbaik melainkan LAKUKAN APAPUN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN SEKARANG.Ada yang minder, ada yang bingung, kini yang sedang trend selalu galau dan tak sedikit yang nyaris bahkan putus asa hanya gara-gara merasa sulit dan tak bisa menjadi yang terbaik. 
Kenapa ? 
Lalu apa yang mungkin ? 
Yang paling mungkin adalah semua menjadi baik. 

Sebaiknya kita tidak terfokus kepada hasil terbaik melainkan LAKUKAN APAPUN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN SEKARANG.

Sabtu, 10 Maret 2012

APAKAH ADA KEYAKINAN DALAM MENGATASI KEGALAUAN ?


Kita semua pasti pernah galau tapi perlukah galau berkepanjangan ? 
Jika sering merasa galau cobalah bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya punya keyakinan bahwa Tuhan akan memberi jalan keluar terbaik apabila saya berusaha mengatasi setiap masalah saya ?”. 

Sekedar renungan akhir pekan tanpa merasa galau.

Selasa, 06 Maret 2012

MENGATASI KEGALAUAN

Ada yang bertanya,“Bagaimana mengatasi kegalauan ?”. 

Mengatasi kegalauan tentu saja harus dilihat kasus perkasus. Penanganannya berbeda untuk setiap masalah. 

Namun secara umum kegalauan adalah kondisi kebingungan dan kekalutan, tidak tahu harus bagaimana dalam menghadapi suatu masalah karena tidak adanya suatu pegangan. Ketiadaan pegangan ini membuat kita terombang-ambing merasa galau. Pegangan ini umumnya berupa suatu keyakinan kuat. Keyakinan yang tidak hanya di bibir tapi melebur di pikiran dan hati kita sehingga terwujud dalam sikap perbuatan. Keyakinan yang terbaik adalah keyakinan kepada Sang Maha Kuasa. Semua kehidupan berasal dariNya dan sepatutnya ikhlaskanlah hidup kita kepada Sang Pemiliknya.

Senin, 05 Maret 2012

GALAU BUKANLAH SEBUAH TREND GAYA HIDUP


“Galau” sebuah kata yang belakangan ini sering kita dengar. Apakah ini menunjukkan banyak orang terutama kaum muda sedang dilanda kegalauan ? 

Galau adalah suatu kondisi bingung, kekalutan dan sedih menjadi satu. Suatu keadaan yang tidak bahagia. Galau sebentar tentu tak masalah. Itu menjadi warna yang memperindah kehidupan. Sering merasa galau atau berlarut-larutlah yang bisa menjadi masalah. 

Merasa galau bukanlah sebuah trend gaya hidup. Jika sedang galau carilah solusi. Membiarkan perasaan itu berkepanjangan akan membuat kita tidak bahagia.