Tampilkan postingan dengan label impian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label impian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2011

TIDAK TERLALU TINGGIKAH IMPIAN YANG AKAN DIWUJUDKAN ?

Kita boleh saja memiliki impian jauh lebih tinggi dari langit. Namun kalau ingin diwujudkan dalam kehidupan kita yang nyata, cobalah bertanya kepada diri sendiri, tidak terlalu tinggikah impian yang akan kita raih ? 
Walau di dunia ini apapun serba mungkin terjadi, bukankah tak ada salahnya kita mengukur dan menilai kemampuan diri ? Bukankah lebih baik kita memiliki impian setinggi 5 meter tapi ternyata dapat meraih 7 meter, daripada impian setinggi awan, kenyataan yang tercapai hanya beberapa meter ? 

Sekedar renungan akhir pekan dalam menggapai impian.

Jumat, 30 September 2011

KETIKA IMPIAN BERUBAH MENJADI MIMPI BURUK


Kita sebagai manusia pasti memiliki banyak impian. Ada yang memiliki impian mendapatkan pasangan seorang putri atau pangeran nan rupawan. Ada yang bermimpi menjadi seorang Presiden. Tak sedikit yang berfantasi terbang ke luar angkasa. Banyak juga yang impiannya sederhana saja, memiliki sebuah rumah yang cukup nyaman bagi keluarganya yang bahagia.

Karena ada dalam pikiran kita sendiri, bukan di dunia nyata, impian itu bebas tak terbatas. Dari impian irasional yang mustahil dapat diwujudkan sampai impian rasional yang lebih mudah terwujud. Impian irasional biasanya berupa khayalan-khayalan bagai di negeri dongeng yang tak ditemukan di dunia nyata. Bagi sebagian orang khayalan di pikirannya mungkin sebagai hiburan semata untuk sejenak melupakan dunia nyata. Bagi sebagian lagi, khayalan ini sangat penting karena berguna dalam profesinya, seperti seniman, novelis, sineas dan sebagainya.

Tentu tak semua orang suka berkhayal seperti itu. Mereka lebih suka membumi. Impian mereka rasional, dapat diwujudkan secara nyata. Berbeda dengan impian irasional yang tak terbatas oleh ruang dan waktu, impian rasional biasanya terbatas di masa yang akan datang di suatu tempat yang paling masuk akal didiami manusia.

Impian rasional adalah suatu keinginan manusia di masa depan yang mungkin dapat diwujudkan. Impian ini bisa berupa tujuan jangka panjang seperti cita-cita atau harapan-harapan besar dan tujuan jangka pendek yang bisa disebut harapan kecil.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut kita tentu harus melakukan berbagai tindakan nyata yang konsisten. Tindakan dan pekerjaan yang kita lakukan itu sudah pasti tidak singkat dan tidak mudah. Membutuhkan serangkaian proses yang panjang berliku-liku, naik turun bahkan jatuh bangun.

Dalam proses ini kita mengalami susah, senang, sedih, semangat, suka dan duka. Seandainya lebih banyak suka tentu tak banyak masalah bagi kita. Bagaimana kalau ternyata lebih banyak duka ? Sedangkan dalam kehidupan nyata umumnya kita mungkin lebih banyak merasa mengalami duka daripada suka. Jika kita kurang bijak dalam menyikapi, menghadapi dan mengatasinya maka impian yang indah bisa berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan.

Agar impian indah tidak menjadi mimpi buruk melainkan menjadi kenyataan yang membahagiakan, apapun proses yang kita alami suka duka, jatuh bangun atau naik turun nikmatilah dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan kepada Sang Pencipta dan Pemilik Kehidupan. Proses yang kita lakukan ini berhasil atau tidak, tergantung dari cara kita memandang dan menilainya.

Contoh sederhana misalkan kita sekarang berada di Jakarta dan memiliki impian pergi ke Bali. Untuk mewujudkan impian itu, tindakan pertama tentu memilih transportasi yang akan digunakan. Ada pesawat terbang, bis, kereta api, mobil, sepeda motor, sepeda dan berjalan kaki. Kalau cukup memiliki uang kita pilih pesawat terbang. Pilihan ini bukan ingin bersombong ria, contoh transportasi lain kalau ditulis di sini bisa sangat panjang. Bisa jadi sebuah buku kisah suka-duka sebuah perjalanan.

Pesawat terbang proses perjalanannya memang relatif lebih cepat, mudah dan nyaman daripada pilihan transportasi yang lain. Tapi benarkah sangat mudah ? Ketika memesan tiket bisa saja kita kehabisan. Sudah dapat tiket berada di bandara mungkin saja mendadak penerbangan ditunda atau malah dibatalkan. Berhasil naik ke pesawat ternyata duduk di sebelah orang yang mabuk udara. Dalam perjalanan terbang sangat mungkin pesawat mengalami gangguan cuaca atau teknis. Bisa dibayangkan jika kita tidak menyikapi, menghadapi dan mengatasi semua keadaan buruk itu dengan bijak. Impian kita ke Bali berubah menjadi mimpi buruk yang menyebalkan bahkan mengerikan.

Kalau kita bijak. Ketika kehabisan tiket atau penerbangan ditunda, ikhlaskan saja siapa tahu Tuhan memang menghendaki kita menunda perjalanan karena kita belum benar-benar siap. Mungkin ada yang lupa terbawa atau barangkali perlu lebih mematangkan rencana. Kalau benar seperti itu syukurilah. Waktu duduk bersebelahan dengan orang yang mabuk udara, Ikhlaslah dan bersyukurlah Tuhan memberi kesempatan kita untuk membantu teman baru kita tersebut. Alih-alih tanpa diduga ternyata setelah ditolong, teman sebelah kita ini mau membantu akomodasi kita selama di Bali. Luar biasa bukan ? Pada saat pesawat mengalami gangguan cuaca atau teknis, Ikhlaskan sepenuhnya semua hidup mati kita kepadaNya. Bisa saja sebelum berangkat kita lupa kepada Tuhan. Lupa berdoa. Dalam situasi ini kita seperti diingatkan dengan keras agar tidak melupakan Kuasa Tuhan. Bersyukurlah Tuhan masih berkenan mengingatkan kita.

Sebelum sampai ke Bali, sebelum impian kita terwujud. Sebenarnya kita telah mendapatkan pengalaman yang luar biasa dalam proses menuju impian itu. Dilihat dari sudut pandang spiritual kita telah berhasil. Berhasil menemukan Keagungan Tuhan. Tentu pengalaman ini sangat membahagiakan.

Kamis, 29 September 2011

KEBINGUNGAN DALAM MENGGAPAI IMPIAN

Mungkin kita tahu, impian yang rasional harus digapai dengan melakukan tindakan nyata. Kita sadar harus berbuat sesuatu. Seringkali yang membuat kita bingung adalah tidak tahu harus melakukan apa. Ibarat akan pergi ke suatu tempat. Kita tahu tujuan kita tapi tidak tahu harus menggunakan transportasi apa dan rute yang akan dilalui. Kebingungan seperti ini umumnya banyak melanda usia muda walau tak sedikit juga yang berusia lebih tua. Dalam kebingungan ini ada yang akhirnya menemukan jalannya. Banyak juga yang tersesat, tak jelas lagi kemana arah tujuan

1 hal yang harus kita lakukan ketika merasa bingung tersesat adalah diam, jangan bergerak kemanapun agar tidak panik. Setelah tenang, lihat sekeliling dan tinjau kembali arah kita lalu cobalah mencari bantuan yang tepat.

Rabu, 28 September 2011

KENYATAAN HIDUP LEBIH SERING TAK SEINDAH IMPIAN

Impian itu selalu indah dan kenyataan hidup lebih sering tak seindah impian kita. Itulah sebabnya banyak di antara kita berusaha lari dari kenyataan dengan berbagai cara dari yang ringan, misalnya selalu berkata “Semua akan indah pada waktunya”. Sampai yang berat, seperti menggunakan narkoba atau malah hidup di dunia impiannya sendiri alias gangguan jiwa. Dan yang terberat tentu saja lari dari kenyataan dengan mengakhiri hidupnya sendiri

Seburuk apapun kenyataan hidup hadapilah dengan ikhlas dan bersyukurlah kita masih diberi kesempatan untuk mewujudkan impian-impian kita yang rasional, itulah harapan.

Selasa, 27 September 2011

SELALU MELIHAT “KE ATAS” TERBUAI IMPIAN

Impian biasanya tinggi di awang-awang. Impian yang berbahaya adalah ketika kita selalu melihat “ke atas” lalu lupa melihat “ke bawah, sekeliling dan ke dalam diri kita sendiri”. Karena selalu melihat “ke atas” kita merasa berada di dasar jurang paling dalam. Merasa paling menderita di dunia. Selalu mengeluh, impian tak pernah bisa diraih. 

Andai kita mau terbangun dari mimpi kita, melihat sekeliling, ke bawah dan ke dalam diri. Kita akan tersadar bahwa kita berada di sebuah bukit subur nan indah. Sementara banyak orang di bawah sana tinggal di dataran gersang nan tandus bahkan ada yang benar-benar terperosok di dasar jurang dan mereka membutuhkan pertolongan kita.

Senin, 26 September 2011

IKHLAS DAN BERSYUKUR DALAM MENGGAPAI IMPIAN

Kita semua pasti punya impian. Ada yang memang sekedar bermimpi dan ada yang berusaha diwujudkan. Impian yang mungkin dapat diwujudkan adalah harapan. Harapan yang berusaha dicapai adalah cita-cita. Cita-cita dijabarkan dalam tujuan-tujuan. Tujuan hanya dapat diraih dengan melakukan berbagai tindakan. 

Jadi silakan bermimpi, kalau ingin diwujudkan, lakukan tindakan nyata. Kelihatannya sederhana tapi prosesnya panjang dan berliku. Nikmati apapun prosesnya dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan kepada Maha Kuasa.

Senin, 21 Februari 2011

MENUNTUT YANG BELUM KITA MILIKI

Kita sering berpikir seperti ini, “Pengen deh punya Blackberry terbaru”, “Kalau punya mobil pasti enak, bisa pergi kemana kita suka, rame-rame, bergengsi dan nggak kehujanan", “Kita pasti bahagia kalau punya rumah sendiri”.

Tentu saja kita boleh berkhayal dan bermimpi tapi kalau menjadi obsesi dan tuntutan yang harus terpenuhi dan terus menghantui, pasti kita akan menjadi tidak bahagia.

Syukuri hidup kita sekarang.