Apapun
yang secara sengaja membuat orang lain menderita adalah bentuk kekerasan.
Seperti fitnah, melakukan pemaksaan psikologis misalnya antara atasan dan
bawahan, melakukan manuver tertentu untuk kepentingan diri sendiri sehingga
orang lain terpojok dan sebagainya. Perbuatan tersebut mungkin tak ada
kekerasan fisik dan verbal namun secara sengaja membuat orang lain menderita.
KEBAHAGIAAN AKAN LEBIH LENGKAP DENGAN BERBAGI KEBAHAGIAAN KEPADA SEMUA ORANG ... MARI BERBAGI !
Kamis, 15 Maret 2012
Rabu, 14 Maret 2012
KEKERASAN SEBAGAI PILIHAN TERAKHIR DALAM MEMBELA DIRI
Apakah kekerasan itu perlu ?
Dalam kondisi tertentu mungkin kekerasan bisa
menjadi salah satu alternatif terakhir untuk membela kebaikan dan kepentingan
yang lebih besar. Misalnya seperti melawan penjajahan di jaman kemerdekaan
dulu.
Kekerasan sebagai pilihan terakhir dalam membela diri, bukan untuk
menyerang dan menekan, apalagi merampas hak orang lain.
Selasa, 13 Maret 2012
KEKERASAN HANYA AKAN MEMBUAT TAK BAHAGIA
Kekerasan verbal seperti caci maki, menghina, menghardik dan sejenisnya.
Maupun kekerasan fisik dengan pukulan, tendangan dan sejenisnya adalah bentuk
amarah yang diwujudkan dalam perbuatan.
Amarah apapun bentuknya hanya akan
membuat kita tak bahagia. Bagi korban kekerasan jelas akan menderita. Dan bagi
pelaku hanya akan menimbulkan stress dan perasaan tak nyaman.
Kurangi kekerasan
agar kita bisa lebih berbahagia.
Sabtu, 10 Maret 2012
APAKAH ADA KEYAKINAN DALAM MENGATASI KEGALAUAN ?
Kita semua pasti pernah galau tapi perlukah galau berkepanjangan ?
Perlukah
galau menjadi trend gaya hidup ?
Jika sering merasa galau cobalah bertanya
kepada diri sendiri, “Apakah saya punya keyakinan bahwa Tuhan akan memberi
jalan keluar terbaik apabila saya berusaha mengatasi setiap masalah saya ?”.
Sekedar renungan akhir pekan tanpa merasa galau.
Rabu, 07 Maret 2012
ORANG BERBAHAGIA DALAM MENGHADAPI KEGALAUAN
Ada lagi pertanyaan menarik,”Apakah orang yang berbahagia tidak pernah galau ?”
Bisa dikatakan semua manusia mengalami galau, sedih, susah, derita dan bermacam perasaan duka lainnya, tak terkecuali orang yang berbahagia dan bahkan
orang suci sekalipun. Perbedaan antara orang yang berbahagia dengan yang tidak
berbahagia adalah pada pola pikir, cara menghadapi, mengatasi dan mengelola berbagai kondisi dan perasaan yang tidak menyenangkan itu.
Selasa, 06 Maret 2012
MENGATASI KEGALAUAN
Ada
yang bertanya,“Bagaimana mengatasi kegalauan ?”.
Mengatasi kegalauan tentu saja
harus dilihat kasus perkasus. Penanganannya berbeda untuk setiap masalah.
Namun
secara umum kegalauan adalah kondisi kebingungan dan kekalutan, tidak tahu
harus bagaimana dalam menghadapi suatu masalah karena tidak adanya suatu
pegangan. Ketiadaan pegangan ini membuat kita terombang-ambing merasa galau.
Pegangan ini umumnya berupa suatu keyakinan kuat. Keyakinan yang tidak hanya di
bibir tapi melebur di pikiran dan hati kita sehingga terwujud dalam sikap
perbuatan. Keyakinan yang terbaik adalah keyakinan kepada Sang Maha Kuasa.
Semua kehidupan berasal dariNya dan sepatutnya ikhlaskanlah hidup kita kepada
Sang Pemiliknya.
Senin, 05 Maret 2012
GALAU BUKANLAH SEBUAH TREND GAYA HIDUP
“Galau” sebuah kata yang belakangan ini sering kita dengar. Apakah ini
menunjukkan banyak orang terutama kaum muda sedang dilanda kegalauan ?
Galau
adalah suatu kondisi bingung, kekalutan dan sedih menjadi satu. Suatu keadaan
yang tidak bahagia. Galau sebentar tentu tak masalah. Itu menjadi warna yang memperindah kehidupan. Sering merasa galau atau berlarut-larutlah yang bisa
menjadi masalah.
Merasa galau bukanlah sebuah trend gaya hidup. Jika sedang
galau carilah solusi. Membiarkan perasaan itu berkepanjangan akan membuat kita
tidak bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)