Jumat, 21 Januari 2011

SUKA KRITIK ORANG LAIN DAN MEMUJI DIRI SENDIRI

Ada diantara kita yang suka sekali mengkritik, membicarakan kekurangan orang lain di mana-mana bahkan dilebih-lebihkan. Jarang memuji kelebihan orang lain tapi lebih sering membanggakan diri sendiri. Orang yang sangat egois seperti ini bisa jadi, senang kalau orang lain menderita dan dia menderita kalau orang lain senang. Sesungguhnya dia tidak pernah bahagia karena banyak orang lain yang “lebih” dari dirinya.

Kamis, 20 Januari 2011

SUKA DIPUJI TAPI ANTI KRITIK

Orang biasa seperti kita yang suka sekali dipuji tapi sama sekali tidak mau dikritik, akan sangat sulit berkembang karena dia tidak mau menerima dan tidak pernah mau tahu kekurangan dan kelemahan dirinya untuk memperbaiki diri. Kalau dia orang berkuasa kemungkinan besar ada banyak aib yang harus disembunyikan.

Rabu, 19 Januari 2011

KRITIK YANG BIJAKSANA

Hanya mengkritik saja tanpa ada pujian sedikitpun mungkin lebih tepat disebut mencerca. Mengkritik saja tanpa sopan santun dan tatakrama, lebih banyak seperti mencaci-maki. Kritik yang bijaksana selayaknya disampaikan dengan cara yang baik di waktu dan tempat yang tepat disertai pujian yang realistis.

Selasa, 18 Januari 2011

PUJIAN DAN KRITIK SANGAT PENTING

Pujian saja tanpa kritik mungkin seperti kendaraan tanpa rem, akan melaju tak terkendali. Pujian tentu sangat penting tapi jangan lupa dengan kritik yang membuat kita jadi tahu dimana kekurangan dan kelemahan untuk memperbaiki diri. Pujian dan kritik adalah bentuk kepedulian, kebersamaan dan bahkan mungkin kasih sayang.

Senin, 17 Januari 2011

PUJIAN DAPAT MENJADI OBAT ATAU RACUN

Kita sebagai manusia tentu suka dipuji dan memuji. Pujian yang tepat dan wajar bagaikan vitamin yang dapat memberikan semangat dan percaya diri. Pujian yang berlebihan dan tidak pada porsinya dapat menjadi racun yang membuat kita lupa diri, sombong dan takabur yang pada akhirnya akan menghancurkan diri kita cepat atau lambat.

Sabtu, 15 Januari 2011

MENGAPA TIDAK PERCAYA DENGAN KEIKHLASAN TANPA PAMRIH ?

Pada masa kini ketika kita memberikan bantuan atau tenaga dan pikiran semata-mata untuk kebaikan, tanpa pamrih, mengapa banyak orang tidak percaya bahkan sinis dan curiga ? Mengapa banyak orang tidak percaya dengan ketulusan dan keikhlasan ? Apakah semua harus berorientasi kepada kebendaan ? Kasarkah jika ada pertanyaan, apakah kita telah menjadi hamba dari uang dan harta ?

Sekedar renungan akhir pekan.

Rabu, 12 Januari 2011

BERSEDEKAH BUKAN UNTUK "MERAYU" TUHAN

Memberikan bantuan atau sedekah tentu sangat baik tapi bersedekah dengan tujuan “merayu” Tuhan agar kita diberikan lebih banyak rejeki, rasanya kurang tepat. Tuhan pasti tahu niat dan tujuan kita bersedekah. Bersedekahlah semata-mata untuk kebaikan orang banyak, kalaupun kita mengharapkan imbalan atas perbuatan baik itu, mungkin bukan di dunia ini.